AWAI: Pos PPKM Malah Jadi Tempat Singah Hewan

  • Whatsapp
awai
Terlihat salah satu Pos PPKM kosong tanpa ada penjaga dan terlihat beberapa sapi bersantai.(wacananews.co.id/han)

ACEH TIMUR, WacanaNews.co.id – Aliansi Wartawan Aceh Independen (AWAI) meminta kepada pemerintah Aceh, Provinsi dan Kabupaten agar tiap – tiap desa mengaktifkan pos PPKM guna menekan penyebaran Covid-19.

Ketua AWAI Dedi Saputra di dampingi sekjen AWAI Andi Juanda dan beberapa anggotanya mengatakan membutuhkan kerja sama semua pihak guna menekan penyebaran covid-19.

Bacaan Lainnya

Lanjutnya Dedi mengungkapkan pantauan kami awak media saat meninjau lokasi banyak pos PPKM di desa dinilai tidak aktif malah menjadi tempat singgah hewan ternak

“Saya imbau para Kepala Desa dan Relawan Desa Lawan Covid-19 untuk lebih aktifkan Pos Gerbang Desa,” katanya dalam keterangan resmi, Senin (13/9/2021).

Dedi berharap pos jaga di desa-desa terpantau selama 24 jam untuk lakukan pendataan terhadap arus keluar masuk warga, khususnya perantau yang kembali ke desa dan tamu, disertai status mereka sebagai orang dalam pemantauan (ODP) atau pasien dalam pengawasan (PDP).

“Kami berharap kepada pemerintah daerah untuk menegur kepada desa melalui camat untuk memfungsikan pos-pos ppkm di karenakan bukan sedikit dana desa yang di gunakan untuk pos tersebut. Hal ini bertujuan untuk memutus mata rantai penularan Covid-19 yang sedang mengganas saat ini,” tambahnya.

Lanjutnya ketua AWAI dalam waktu dekat ini bersama dengan beberapa organisasi wartawan dan LSM akan ke provinsi untuk menghadap gubernur untuk menanyakan perihal pos ppkm yang di nilai menghabiskan anggaran dan pos PPKM banyak yang tidak aktif.

Dedi melanjutkan ruang isolasi desa juga sebaiknya diaktifkan kembali. Ruang isolasi ini ditujukan kepada warga desa yang ingin kembali masuk setelah keluar wilayah desa apalagi bepergian ke daerah yang termasuk zona merah.

Untuk itu, dia mengimbau warga desa untuk tetap di rumah dan membatasi aktivitas di luar rumah.

“Salah satu cara agar pandemi Covid-19 ini segera berlalu adalah jika warga desa mulai tertib dan patuhi protokol kesehatan,” pungkasnya.(han/w2)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *