Sebanyak 64 Mahasiswi D-III Kebidanan STIKES Maranatha Kupang Lakukan PKL Kebidanan Komunitas di Kelurahan Manutapen

STIKES Maranatha
Pimpinan STIKES Maranatha Kupang dan Mahasiswa bersama Lurah dan Perangkat Kelurahan Manutapen.(wacananews.co.id/isto)

KUPANG – Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Maranatha Kupang melepas 64 orang mahasiswi D-III Kebidanan untuk melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) Kebidanan Komunitas Prodi D-III Kebidanan Tahun 2020 di Kelurahan Manutapen, Kecamatan Alak, Kota Kupang. Pelepasan sekaligus penerimaan para mahasiswi praktik lapangan tersebut oleh pemerintah kelurahan dilakukan di kantor Kelurahan Manutapen, Kecamatan Alak, Kota Kupang, Selasa (23/06/2020).

Hadir dalam kegiatan tersebut ketua pembina Yayasan STIKES Maranatha Kupang Drs. Samuel Sellan, Ketua STIKES Maranatha Kupang periode 2020-2024 Stefanus Mendes Kiik, M. Kep., Sp.Kep.Kom serta Pimpinan dan dosen STIKES Maranatha, Lurah Manutapen Andy Ardiansyah Akbar, S.IP, MM serta para perangkat kelurahan Manutapen.

Bacaan Lainnya

Ketua panitia praktik kerja lapangan kebidanan komunitas, Yosefa Sarlince Atok, S.ST., M.Kes. dalam laporannya menyampaikan bahwa Praktik Kebidanan Komunitas (PKK) merupakan salah satu wahana yang tepat untuk mengaplikasikan sikap dan keterampilan yang diperoleh dalam proses  belajar-mengajar.

Praktik kerja lapangan dari mahasiswi STIKES Maranatha Kupang, kata Yosefa, melibatkan mahasiswi berjumlah 64 orang dengan waktu pelaksanaan komunitas mulai dari tanggal 23 Juni sampai 07 Juli 2020 yang meliputi beberapa kegiatan seperti pendataan atau pengkajian, tabulasi data, musyawarah masyarakat kelurahan dan implementasi hasil yang diperoleh melalui pendataan.

“Praktik kerja lapangan ini dilaksanakan di salah satu  kelurahan model di provinsi Nusa Tenggara Timur yang merupakan bagian dari dukungan institusi STIKES Maranatha Kupang dalam menunjang program pemerintah melalui penanganan stunting, sehingga pemilihan lokasi praktik kerja lapangan ini sesuai dengan masalah kesehatan  yang ada  di kelurahan model yaitu kelurahan Manutapen”, jelas Yosefa.

Sementara itu ketua STIKES Maranatha Kupang periode 2020-2024, Stefanus Mendes Kiik, M. Kep., Sp.Kep.Kom dalam sambutannya mengatakan bahwa penyerahan sejumlah mahasiswi tersebut agar dapat mendekatkan diri dan mengaplikasikan ilmu yang telah didapatkan di kampus bagi masyarakat.

Oleh karena itu, Stefanus berharap agar mahasiswa dapat melakukan praktik di kelurahan Manutapen dan meminta pihak pemerintah agar mendampingi dan mengarahkan para mahasiswa sehingga mereka bisa mencapai kompetensi yang mereka akan dapatkan.

“Pada kesempatan ini kami harapkan bahwa mereka betul-betul bisa berpraktik dengan baik dan nyaman di tempat ini. Dan bisa mewujudkan masyarakat sehat, terutama dalam hal stunting”, harapnya.

Lebih lanjut, Stefanus juga menjelaskan bahwa provinsi NTT menempati ranking satu nasional atau tertinggi pertama untuk stunting di Indonesia. Oleh karena itu ia meminta kerja sama dari semua kalangan untuk menurunkan angka stunting yang masih tinggi.

“Untuk stunting di Indonesia, sejak tahun 2018 sudah dirilis datanya oleh Kementerian Kesehatan, rata-rata  nasional stunting atau balita kerdil persentasenya 30,8%,  sedangkan NTT berada di atas 40%. Oleh karena itu ini menjadi PR bagi kita semua. Tidak hanya para pemangku kepentingan, kepala desa, camat, tetapi juga menjadi tugas kami di kampus. Maka dari itu mari kita bersama-sama, untuk kerja sama agar bisa menurunkan angka stunting yang sangat tinggi ini”, ujarnya.

Stefanus Kiik juga berharap agar kegiatan tersebut bisa dijalankan secara berkesinambungan agar mencapai apa yang menjadi tujuan bersama.

“Mudah-mudahan kegiatan ini terus berlanjut sehingga tidak terputus. Karena implementasi atau kegiatan-kegiatan kesehatan itu terkadang tidak mencapai tujuannya karena tidak ada kesinambungan. Oleh karena itu kami harapkan bahwa kelurahan Manutapen ini bisa jadi model praktik kebidanan komunitas  di STIKES Maranata Kupang sehingga ke depan masalah kesehatan yang ada di Kelurahan ini bisa ditekan”, Kata Stefanus.

Para pimpinan, dosen dan juga mahasiswa STIKES Maranatha Kupang diterima secara langsung oleh Lurah Manutapen Andy Ardiansyah Akbar, S.IP, MM.

Dalam sambutannya, Lurah Andy menguraikan bahwa di kelurahan Manutapen terdiri dari 33 RT dan 11 RW dengan jumlah keluarga 1.340 KK. Ia berharap agar mahasiswi yang melakukan praktik lapangan dapat berjalan dengan aman dan lancar.

“Pesan saya bahwa tidak ada guna kita punya ilmu kalau kita turun ke lapangan tidak menggunakan budi pekerti kita. Karena setiap RT, wilayah pasti beda karakter. Oleh karena itu adik-adik mahasiswa akan diarahkan oleh perangkat pemerintah kelurahan untuk dapat melakukan praktik dengan baik”, ujarnya.(isto/w1)

Tinggalkan Balasan