Pemerintah Akselerasi Pembangunan 1.000 Hunian Tetap Bagi Masyarakat Terdampak Bencana di NTT

  • Whatsapp
rumah korban banjir ntt
Pembangunan rumah dengan teknologi RISHA (Sumber: Humas Kementerian PUPR)

NTT, WacanaNews.co.id — Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus melakukan berbagai upaya dalam masa pemulihan kerusakan pascabencana banjir dan longsor yang terjadi di sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT). Saat ini tengah dilakukan percepatan pembangunan hunian tetap (huntap) di Kabupaten Lembata dan Kabupaten Flores Timur. Hal ini sesuai arahan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) untuk mempercepat pembangunan huntap bagi korban bencana Siklon Tropis Seroja di provinsi itu, April 2021 lalu.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, sesuai instruksi Presiden saat ini tengah dilakukan pembangunan huntap di Kabupaten Lembata sebanyak 700 unit dan di Adonara, Kabupaten Flores Timur sebanyak 300 unit.

Bacaan Lainnya

”Progres konstruksinya saat ini telah mencapai 27,6 persen di Kabupaten Lembata dan 20,5 persen di Kabupaten Flores Timur, dan PUPR terus berupaya untuk menyelesaikan pembangunan huntap ini agar masyarakat bisa segera menikmatinya,” ujar Basuki, dikutip dari laman Kementerian PUPR, Senin (23/08/2021).

Pembangunan huntap ini dilakukan dengan teknologi Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA), teknologi konstruksi knock down yang dapat dibangun dengan waktu cepat dengan menggunakan bahan beton bertulang pada struktur utamanya.

“Kita membangun huntap ini dengan pendekatan build back better and safer, tidak sekadar membangun kembali, tetapi membangun lebih baik dan lebih aman dari sebelumnya,” tandas Menteri PUPR.

Huntap yang dibangun memiliki tipe 36 dengan luas tanah 108 meter persergi dan dilengkapi prasarana dasar permukiman, antara lain jaringan air bersih, jaringan sanitasi, jalan lingkungan, saluran drainase, dan fasilitas umum lainnya. Ditargetkan pembangunan rumah dan seluruh prasarana pendukungnya ini dapat diselesaikan dalam tahun ini.

Di samping dua lokasi tersebut, sesuai usulan dari para kepala daerah setempat kepada pemerintah pusat, juga dilaksanakan program relokasi permukiman di Kota Kupang, Kabupaten (Kab) Kupang, Kab. Alor, dan Kab. Sumba Timur, sehingga di NTT total terdapat 1.922 unit yang sudah diverifikasi dan akan dibangun.(langsir:setkab.go.id)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *