ENDE, WacanaNews.co.id – Kelurahan Rewarangga, Kabupaten Ende, terus berbenah mengembangkan potensi lokal sebagai sumber pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Setelah dikenal dengan rumah tenun, literasi, dan sektor pertanian, kini Rewarangga mulai melirik potensi wisata arung jeram yang memanfaatkan aliran sungai di wilayah tersebut.
Lurah Rewarangga, Antonius Andreanto, S.Sos, mengungkapkan bahwa gagasan pengembangan wisata arung jeram telah dirintis sejak dirinya dipercaya memimpin kelurahan pada tahun 2021.
“Sejak saya diangkat menjadi Lurah Rewarangga pada tahun 2021, saya mulai melakukan pemetaan berbagai potensi yang ada. Selain rumah tenun, literasi, dan pertanian, saya melihat sungai yang ada memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata arung jeram,” ujarnya.
Menurut Andreanto, langkah konkret dilakukan pada tahun 2022 dengan menyusun proposal pengembangan wisata arung jeram.
Tujuannya agar sungai yang selama ini dimanfaatkan untuk kebutuhan pertanian juga dapat memberikan nilai tambah bagi sektor pariwisata.
Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil ketika pada tahun 2024 tim Federasi Arung Jeram Indonesia turun langsung ke Ende untuk melakukan survei lokasi. Andreanto mengaku turut mendampingi tim selama proses peninjauan lapangan hingga akhirnya pengembangan wisata tersebut terus berproses sampai sekarang.
“Puji Tuhan, saat ini prosesnya terus berjalan. Bahkan secara administrasi sudah terbentuk kepengurusan Federasi Arung Jeram tingkat kabupaten yang menjadi bagian dari pengembangan olahraga dan wisata arung jeram di Ende,” katanya.
Dalam struktur pengembangan wisata tersebut, berbagai pihak turut dilibatkan.
Tidak hanya pemerintah daerah, tetapi juga unsur pariwisata, konservasi lingkungan, hingga organisasi profesi pemandu wisata.
“Kami ingin pengembangannya dilakukan secara kolaboratif. Karena itu kami melibatkan banyak pihak agar wisata arung jeram ini dapat berkembang secara berkelanjutan,” jelasnya.
Andreanto menambahkan, pada awal Juni 2026 pengurus besar Federasi Arung Jeram Indonesia dijadwalkan kembali turun ke Ende untuk melakukan survei lanjutan sekaligus menguji lintasan yang telah disiapkan.
“Rencananya awal Juni ini tim dari pengurus besar akan datang melakukan survei dan kemungkinan juga dilakukan uji coba lintasan,” ujarnya.
Lebih jauh, Andreanto menegaskan bahwa tujuan utama pengembangan wisata arung jeram bukan sekadar menghadirkan destinasi baru, tetapi menciptakan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Menurutnya, apabila kelak digelar event atau kejuaraan arung jeram, para atlet yang datang akan diarahkan untuk menginap di rumah-rumah warga melalui konsep homestay. Dengan demikian, manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Nanti kalau ada event, atlet-atlet tidak menginap di hotel tetapi tinggal di rumah-rumah warga. Ini akan memberikan pemasukan bagi masyarakat. Selain itu akan tumbuh rumah makan, jasa parkir, usaha transportasi, hingga pelaku UMKM lainnya,” tuturnya.
Ia optimistis kehadiran wisata arung jeram akan membuka peluang baru bagi masyarakat sekaligus mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Ende melalui sektor pariwisata.
“Harapan kami, pariwisata akan mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif masyarakat. Jika ini berkembang dengan baik, tentu manfaatnya bukan hanya untuk Rewarangga tetapi juga untuk Kabupaten Ende secara keseluruhan,” pungkasnya. (ykb/jal)






