Ketua KNPI Kei Besar Angkat Bicara Soal Kelangkaan Minyak Tanah di Kei Besar

Kelangkaan minyak tanah di ke besar
Ketua KNPI Kecamatan Kei Besar Tito Hukubun saat di wawancarai.(wacananews.co.id/pas)

MALUKU TENGGARA, WacanaNews.co.id — Kelangkaan Bahan bakar Minyak (BBM) sangat berdampak pada kebutuhan Dasar masyarakat, hal ini mengakibatkan di Elat Kecamatan Kei Besar masyarakat dari berbagai Ohoi (Desa) berdatangan dan berdesakan membeli bahan bakar Minyak Tanah, Sabtu (14/11/20).

Melalui via Telepon, kepada media ini salah satu warga setempat Apol Sikteubun, menjelaskan bahwa sudah seminggu minyak tanah di wilayah Kei besar habis.

Bacaan Lainnya

“Jadi karena sudah satu Minggu tidak ada minyak tanah maka kemarin ada informasi yang beredar bahwa ada minyak tanah di Elat”, demikian kata Sikteubun kepada media.

Lanjut Apol setelah masyarakat mendengar informasi tentang minyak tanah di salah satu Agen Minyak tanah di Elat, hari ini Sabtu, 14 November warga berkerumun mendatangi agen tersebut, namun saking banyknya masyarakat berdesakan dan menunggu mendapat minyak tanah akibatnya dua warga sempat jatuh pingsan.

Sesuai keterangan yang dihimpun media ini, ada masyarakat mendapat minyak tanah namun sebagian besar masyarakat tidak memperoleh minyak tanah dan kembali ke rumah dengan kekecewaan.

Menanggapi persoalan itu Ketua KNPI Kecamatan Kei Besar Tito Hukubun angat bicara.

Saat ditemui di kediamannya Sabtu 14 November 2020, kepada media ini, Hukubun menyampaikan bahwa Kelangkaan Bahan Bakar minyak di kepulauan Kei akibat dari kurang perhatiannya Pertamina.

Hukubun menjelaskan bahwa memang Saat ini kita tahu bersama bahwa kelangkaan Minyal Tanah bukan hanya di Kei Besar tapi di Kabupaten Maluku Tenggara keseluruhan bahkan Kota Tual juga termasuk.

Sebagai Ketua KNPI Kecamatan Kei Besar perlu saya tegaskan bahwa minyak tanah merupakan kebutuhan terbesar masyarakat, karena itu, Pertamina sebagai Badan Usaha Milik Negara turut hadir dan memenuhi kebutuhan masyarakat itu terutama pesoalan Minyak tanah yang kita alami saat ini.

“Undang-undang Dasar 1945 pasal 33 secara jelas menyampaikan bahwa Bumi air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat,” tegas Hukubun.

Karena itu sebagai Ketua KNPI Kecamatan Kei Besar kami meminta agar PT. Pertamina Tual agar segera meningkatkan suplai Minyak Tanah ke Pulau Kei besar, yang biasanya 16 ton per bulan dan per Minggu 4 ton maka kami minta agar per Minggu di tingkatan menjadi 5 Ton sehingga dalam sebulan 20 ton minyak tanah yang harus di supali ke Pulau Kei besar.

“Saya sedikit tegas persoalan penambahan Supali Minyak tanah ini, akibat dari minyak tanah yang disuplai 16 ton per bulan selama ini tidak mampu memenuhi kebutuhan seluruh masyarakat yang ada di Pulau Kei Besar,” tegasnya.

Pada kesempatan itu juga Hukubun dengan tegas mengatakan bahwa apabila memasuki Hari Raya Natal dan kebutuhan masyarakat akan minyak tanah tidak terjawab maka, pihaknya bersama pemuda Kei Besar akan memboikot pelabuhan elat nanti.(pas/w2)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan