Begini Hasil Mediasi Antara Warga Desa Karangpakis Dengan CV Aisyah Anugerah Mulya

cv aisyah anugerah mulya
Perwakilan warga saat menandatangani hasil mediasi dengan CV Aisyah Anugerah Mulya. (wacananews.co.id/dan)

JOMBANG, WacanaNews.co.id — Sempat memanas suasana mediasi antara perwakilan warga Desa Karangpakis Kecamatan Kabuh dengan CV Aisyah Anugerah Mulya, akhirnya mendapatkan hasil kesepakatan bersama, Jumat (17/5/2024) siang.

Hasil dari mediasi tersebut, terdapat enam kesepakatan dan kesanggupan dari CV Aisyah Anugerah Mulya dalam menanggapi keluhan warga. Ke enam kesepakatan tersebut diantaranya.

Pertama, Tidak akan menerima bahan baku bulu basah, kalau ada pengiriman bulu basah maka akan kami kembalikan.

Kedua, Menyiapkan tindakan medis untuk masyarakat apabila terkena dampak dari limbah bau bulu dari produksi.

Ketiga, Selama 2 bulan berproses menangani IPAL, perusahaan tetap produksi tetapi didalam produksi tersebut kalau menimbulkan bau yang menyengat lagi, maka perwakilan masyarakat bisa menyampaikan kepada pihak perusahaan melalui saudara Is Setiawan.

Keempat, Jika batas waktu proses menangani IPAL selama kurang lebih 2 bulan dan masih menimbulkan bau yang menyengat.Pihak perusahaan akan mencari solusi selanjutnya untuk menghadirkan tenaga ahli yang berkompeten didalam penanganan IPAL.Dan pihak perusahaan bersedia menutup sementara proses produksi.

Kelima, Lalat yang dirumah warga akibat dari bau bulu, akan diberikan obat insektisida untuk untuk menangani lalat tersebut.

Keenam, Kompensasi untuk warga akan diberikan tiga bulan sekali dalam waktu satu tahun.

Diberitakan sebelumnya, Perwakilan warga Desa Karangpakis Kecamatan Kabuh Kabupaten Jombang Jawa Timur menggelar mediasi di kantor desa setempat, Jumat (17/5/2024) Siang.

Mediasi dilakukan terkait permasalahan bau tak sedap yang ditimbulkan dari pabrik pengolahan bulu milik CV Aisyah Anugerah Mulya yang berada di desa setempat.

Pantauan WacanaNews.co.id pada Jumat, 17 Mei 2024 pukul 14.15 wib, nampak terlihat puluhan perwakilan warga dari  Desa Karangpakis berkumpul di pendopo kantor desa setempat. Turut hadir Kapolsek Kabuh, Camat Kabuh, Kepala Desa Karangpakis, dan perwakilan dari CV Aisyah Anugerah Mulya.

Rusman (50), Salah satu perwakilan dari warga Desa Karangpakis, Kecamatan Kabuh mengatakan, kegiatan media ini sudah dilakukan selama dua kali, namun belum ada titik temu dan masih menimbulkan bau.

“Sudah dua kali ini pertemuan seperti ini, yang dikeluhkan warga terkait bau tidak sedap yang ditimbulkan dari pabrik mas, warga minta agar tidak bau, dulu belum ada pabrik tidak bau seperti ini mas”,katanya kepada WacanaNews.co.id.

Sementara itu, Agus selaku Kepala Pabrik, dirinya tak menampik terkait bau tak sedap yang ditimbulkan dari pabrik, dirinya juga menjelaskan jika CV Aisyah Anugerah Mulya juga sudah berusaha mencoba memperbaiki permasalahan bau tak sedap yang menjadi gejolak di masyarakat setempat.

“Jadi bau yang terjadi itu memang ada, tetapi kita upayakan mengurangi bau tersebut.Jadi penanganan penanganan sudah kami upayakan.Terus dua Minggu yang lalu waktu bapak bapak datang kemarin sore kita akui kita akui ada kebocoran pipa sehingga menimbulkan bau namun sudah kita tangani, kita perlu waktu untuk berbenah”, jelasnya.

Masih lanjut dijelaskan Agus, kalau untuk menghilangkan bau memang tidak bisa.Menurutnya dimana mana yang namanya pabrik tetap menimbulkan bau.

“Untuk kedepannya masalah bau terus kita tangani, kalau berjanji menghilangkan bau tidak bisa tetapi kalau mengurangi sudah kita upayakan, dari awal sudah kita dasari yang namanya pabrik tidak mungkin zerro volution, tetapi kita akan terus berupaya mengurangi bau tersebut, tetapi itu pun butuh proses bertahap”, pungkasnya. (dan/jal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *