Banjir Banjaragung Jombang, Sedikitnya Ada 75 Rumah Rusak Berat Sedang

Banjir banjaragung Jombang
Salah satu rumah warga roboh diterjang banjir di Desa Banjaragung Kecamatan Bareng Kabupaten Jombang.

JOMBANG, WacanaNews.co.id — Sedirikitnya ada 75 rumah rusak akibat banjir yang menerjang Desa Banjaragung Kecamatan Bareng Kabupaten Jombang Propinsi Jawa Timur, Senin (01/02/2021) kemarin.

Muzahidin (37) warga sekitar menerangkan, banjir datang secara tiba-tiba saat para warga sedang beribadah. Ketinggian banjir mencapai satu setengah meter. Menurutnya banjir berlangsung tidak lama sekitar satu setengah jam. Namun dampak yang dilibatkan cukut besar.

“Datangnya itu tiba-tiba, hanya terdengar suara seperti ombak. Kemudian air langsung membanjiri beberapa rumah hingga satu meter setengah. Saat itu hujan tidak begitu deras, dan warga pada menjalankan salat Maghrib,” tegas Muzahidin, Selasa (02/02/2021).

Ia juga menjelaskan, dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa, cuman ada beberapa benda dan ternak warga yang hanyut terbawa air.

“Tidak ada korban jiwa saat banjir, cuman beberapa harta benda dan ternak warga seperti ayam, bebek, kelinci yang hilang terbawa derasnya air bah,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Banjaragung Hasan Sulaiman menerangkan, pihaknya masih melakukan pendataan kerusakan yang ditimbulkan banjir. Saat ini sudah sebanyak 75 rumah rusak, sedangkan yang mengalami rusak parah ada 15 rumah.

“Untuk infrastruktur sarana umum, kita ada dua jembatan yang tidak bisa dilalui. Bahkan salah satunya hanyut terbawa arus banjir, sedangkan yang dua kondisinya rusak dan mengkhawatirkan,” katanya.

Menurutnya, untuk rumah yang rusak parah ada sekitar 15 sampai 16 kepala keluarga (KK), dan yang dilakukan pihak desa sampai saat ini terus berkoordinasi dengan instansi terkait. Pihaknya pertama memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Dalam waktu kondisi seperti ini kita penuhi kebutuhan seperti makan, pakaian, sama peralatan dapur untuk memasak. Alhamdulillah, untuk sementara korban kebanyakan tinggal di rumah saudara. Kalau penampungan kita tidak ada, tapi kita ada dapur umum desa,” pungkas Kepala Desa.(zan/w2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *