STPM Santa Ursula Ende Gelar Misa Syukur Wisudah dan Yudicium 208 Mahasiswa

STPM Santa Ursula Ende
Para calon Wisudawan-wisudawati dari dua Program Studi (Prodi) yakni sebanyak 118 orang berasal dari Prodi Sosiatri dan Prodi Ilmu Pemerintah sebanyak 90 orang.(wacananews.co.id/ms)

ENDE, WacanaNews.co.id — Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat (STPM) Santa Ursula Kabupaten Ende Propinsi Nusa Tenggata Timur, melaksanakan kegiatan Misa Syukur Wisudah dan Yudicium tahun 2020.

Acara ini diadakan di Gedung gereja Paroki Onekore, Selasa (10/11/2020). Dimulai sejak pukul 10.00-12.00 Wita. Para calon Wisudawan-wisudawati tersebut berasal dari dua Program Studi (Prodi) yakni sebanyak 118 orang berasal dari Prodi Sosiatri dan Prodi Ilmu Pemerintah sebanyak 90 orang.

Bacaan Lainnya

Turut hadir dalam kegiatan ini para Dosen, pejabat Struktrural, Yayasan dan Para Suster serta pihak kepolisian dalam gugus tugas untuk mengawasi rangkaian kegiatan.
Proses kegiatannya antara lain, Misa Syukur Wisudah Pukul 10.00-11.00 Wita.

Dilanjutkan pembacaan surat keputusan tentang Yudicium lulusan program pendidikan Strata 1 (S1), pengukuhan peserta yudicium, sambutan mewakili peserta yudicium, sambutan mewakili Kaprodi, sambutan ketua STPM Santa Ursula yang diwakili ketua Bidang Akademik dan foto bersama perProdi, dari 11.00-12.0 Wita.

Ketua panitia Yudicium dan Wisudah, Domitius Pau S.Sos. MA.mengatakan; pelaksanaan misa syukur wisudah dan Yudicium di dalam gereja Paroki  Onekore merupakan sejarah baru bagi STPM Santa Ursula Ende.

Menurutnya kapasitas gedungnya sangat ideal dimana mampu menampung 1.000 orang sedangkan yang mengikuti rangkaian Misa Syukur Wisudah dan yudicium hanya 400 orang.

“kiranya kegiatan kali ini menjadi gambaran pada masyarakat umum bahwa semua kegiatan bisa dilakukan seperti situasi new normal dengan taat dan menjaga protokol kesehatan”, ujar bapak Domitius.

Domitius mengatakan, alasan pelaksanaan dua kegiatan yang bersamaan tersebut demi mematuhi protokol kesehatan dalam masa pendemi covid-19. Ia juga mengungkapkan bahwa sebelumnya telah berdiskusi dengan Pastor Paroki Onekore, dan mendapat antusias dari Pastor.

Alumni lulusan S2 UGM ini mengaku, bahwa Pastor Paroki menyampaikan kalau kegiatan ini merupakan salah satu bentuk terobosan baru dimasa Covid dimana Gereja menjadi tempat digunakan karya pendidikan dan merupakan bagian dari karya pelayanan.

Tidak lupa ketua Panitia ini juga mengungkapkan terimakasih kepada Pastor Paroki yang telah membuka diri dan membuka hati untuk terlaksananya peristiwa yudicium.(ms/w2)

Tinggalkan Balasan