SMP St. Theresia Langgur Proses Belajar Tatap Muka Mulai Kembali Berlaku

Kepala Sekolah SMP St. Theresia Langgur, Fransina Lerebulan, S.Pd.(wacananews.co.id/pas)

MALUKU TENGGARA – Proses belajar mengajar di Maluku Tenggara kembali aktif, Kepala Sekolah SMP St. Theresia Langgur, Fransina Lerebulan, S.Pd, menyampaikan bahwa proses belajar mengajar kali ini di bagi menjadi dua sesi per hari, jelasnya di Ruang Kerja pada Senin, (24/8/2020).

Kepala Sekolah menyampaikan bahwa di masa New Normal ini kami mulai berlakukan proses belajar mengajar dengan cara dua sesi, sesi pertama mulai berlaku dari jam 07.30 wit. sampai jam 10.30 wit, dan sesi ke dua berlaku mulai jam 11.30 wit sampai 15.00 wit.

Bacaan Lainnya

“Jadi untuk diketahui bahwa dari jumlah siswa/siswi 444 kami sudah membagi dua dalam dua sesi, memang awalnya kami menggunakan kurikulum 2013 yang mana awalnya 40 jam mengajar per Minggu, tapi sekarang sudah kami potong menjadi 30 jam mengajar”,terangnya

Lerebulan menjelaskan bahwa tatap muka biasanya 40 menit tapi pihaknya juga sudah mengurangi menjadi 30 menit, beban mata pelajaran juga sudah dikurangi, sehingga proses belajar mengajar sekarang tidak bisa lama.

Disinggung soal mata pelajaran yang di ajarkan, Lerebulan menjelaskan bahwa memang semua mata pelajaran diajarkan, tapi di potong waktu mata pelajarannya, selain itu waktu istirahat saat ini berlaku 10 menit, itupun siswa dilarang untuk keluar kelas. Keluar apabila ke toilet atau urusan yang penting aja.

Selain itu Lerebulan menjelaskan bahwa di sekolah disiapkan protokol kesehatan, seperti Disinfectan, cuci tangan, jaga jarak, pake masker dan juga menjaga kebersihan mulai dari Toilet sampai ke halaman, jadi kebersihan selalu dijaga.

“Kami di sini 12 rombel jadi kalo di sesi jadi 24 rombel, dan untuk semua mata pelajaran di isi, dengan jumlah guru yang memenuhi, yaitu 25 tenaga pengajar, jadi tidak ada mata pelajaran yang kosong”, jelasnya.

Lerebulan menambahkan bahwa 444 siswa terdapat 15 siswa yang orang tuanya tidak setuju untuk proses belajarengajar secara tatap muka, jadi pihaknya juga sudah siap untuk melakukan pendampingan di rumah untuk 15 anak tersebut, tutupnya.(pas/w1)

Tinggalkan Balasan