PERISTIWA

Semangat dari Bumi Pancasila: Paskibraka NTT Siap Mengemban Tugas dengan Penuh Kebanggaan dan Dedikasi

ENDE, Wacananews.co.id– Semangat, kebanggaan, dan tekad kuat terpancar dari wajah para anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) yang tengah menjalani pemusatan latihan untuk peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026 di Kota Ende, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur.

Para anggota Paskibraka yang berasal dari berbagai kabupaten di NTT mengaku bangga mendapat kepercayaan untuk mengemban tugas kehormatan mengibarkan Sang Merah Putih di tanah yang dikenal sebagai Kota Pancasila.

Salah satu anggota Paskibraka asal Kabupaten Sumba Tengah, SMA Kristen Waikabakul Larisa Pawolung Tuan yang dipercaya sebagai pembawa baki mengungkapkan rasa haru dan bangganya karena terpilih menjalankan tugas penting tersebut.

“Saya sangat bangga dan terharu karena bisa dipercaya menjadi pembawa baki pada upacara Hari Lahir Pancasila. Ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi saya,” ungkap Larisa.

Ia berharap masyarakat Sumba Tengah dapat menghayati makna Hari Lahir Pancasila dengan sungguh-sungguh serta menghargai perjuangan para pendiri bangsa yang telah mewariskan nilai-nilai luhur Pancasila bagi generasi penerus.

Menurutnya, proses latihan yang dijalani berjalan cukup baik karena sebagian besar peserta merupakan alumni Paskibraka yang sebelumnya telah mengikuti karantina dan pendidikan selama persiapan pengibaran pada peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Pada hari pertama kami melakukan penyegaran kembali terhadap seluruh gerakan yang pernah kami pelajari. Syukurnya teman-teman masih mengingat dengan baik sehingga kesalahan yang terjadi tidak terlalu banyak,” jelas Larisa.

Ia menambahkan bahwa selain persiapan fisik dan kesehatan, kesiapan mental juga menjadi aspek penting yang terus dibangun. Jauh dari keluarga dan mengikuti pola latihan yang disiplin menjadi tantangan tersendiri yang harus dihadapi seluruh peserta.

Sementara itu, Umbut Tungu Jamah, anggota Paskibraka asal Kabupaten Sumba Timur yang dipercaya sebagai Komandan Pasukan (Danton) pagi, mengaku mendapatkan pengalaman berharga melalui tanggung jawab yang diberikan pelatih.

“Menjadi danton tentu cukup menantang, tetapi juga menyenangkan karena saya dipercaya untuk memimpin dan mengayomi teman-teman dalam pasukan. Kunci utamanya adalah membangun disiplin dan chemistry yang baik agar seluruh anggota dapat mengikuti setiap aba-aba dengan maksimal,” kata Umbu Tunggu Jamah.

Ia mengaku bangga bisa mewakili Kabupaten Sumba Timur dalam momentum nasional yang berlangsung di Kota Ende.

Menurutnya, kepercayaan yang diberikan merupakan kehormatan besar sekaligus motivasi untuk terus berkembang.

Umbu juga menyampaikan harapan agar pemerintah daerah dan seluruh pihak terkait terus memberikan perhatian kepada pembinaan generasi muda, khususnya melalui kegiatan Paskibraka yang mampu membentuk karakter, disiplin, dan jiwa kepemimpinan.

“Kami berharap akan lahir lebih banyak generasi muda yang memiliki semangat nasionalisme dan mampu mengharumkan nama daerah seperti yang sedang kami perjuangkan saat ini,” ujarnya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Sumba Timur yang selama ini memberikan dukungan terhadap proses seleksi dan pembinaan Paskibraka.

Dukungan serupa juga disampaikan Muhammad Fadlan Aroman yang dipercaya sebagai Komandan Pasukan sore. Menurutnya, hubungan antaranggota Paskibraka yang berasal dari berbagai daerah di NTT terjalin sangat baik.

“Kami sudah saling mengenal sejak awal. Selain latihan bersama, kami juga sering bercanda dan saling mendukung. Jika ada teman yang sakit, semuanya langsung mendapat perhatian dari tenaga kesehatan yang telah disiapkan oleh panitia,” tuturnya.

Fadlan juga menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta dari berbagai kabupaten yang datang ke Ende.

“Selamat datang di Kota Pancasila. Semoga semangat persatuan dan nilai-nilai Pancasila yang kami pelajari di sini dapat terus dibawa pulang ke daerah masing-masing,” katanya.

Senada dengan itu, Margaret Natasya, siswi SMAK Syuradikara Ende yang bertugas sebagai anggota pasukan pengibar bendera, mengaku senang dapat kembali mengikuti kegiatan Paskibraka setelah beberapa bulan tidak menjalani latihan intensif.

“Saya merasa sangat bangga karena bisa kembali mengikuti kegiatan ini. Selain mendapatkan pengalaman berharga, saya juga bisa bertemu dan menjalin pertemanan dengan peserta dari berbagai kabupaten di NTT,” ujarnya.

Margaret berharap masyarakat Kabupaten Ende terus memberikan dukungan kepada para anggota Paskibraka, baik yang bertugas saat ini maupun generasi penerus di masa mendatang.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga toleransi, persatuan, dan semangat kebangsaan yang menjadi nilai utama dalam Pancasila.

“Kami berharap pemerintah daerah, pemerintah provinsi, dan seluruh masyarakat terus mendukung pembinaan generasi muda melalui Paskibraka karena kegiatan ini sangat bermanfaat dalam membentuk karakter, kedisiplinan, dan rasa cinta tanah air,” katanya.

Para anggota Paskibraka juga menyampaikan rasa terima kasih kepada orang tua dan para pelatih yang telah memberikan dukungan penuh selama proses latihan berlangsung.

Menurut mereka, kepercayaan, doa, dan dukungan dari keluarga menjadi sumber semangat terbesar dalam menjalani seluruh rangkaian persiapan hingga pelaksanaan tugas pengibaran bendera pada Hari Lahir Pancasila.

Dengan semangat yang menyala dari Bumi Pancasila, para anggota Paskibraka NTT optimistis dapat melaksanakan tugas pengibaran dan penurunan bendera dengan baik serta menjadi teladan bagi generasi muda dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila di kehidupan sehari-hari. (ykb/jal)

Tags: Berita Ende ende