Rusak Berat Bangunan Jalan Nasional Jombang di Keluhkan Pengguna Jalan

Kondisi Jalan Nasional Jombang berubang dan retak-retak. (wacananews.co.id/tyo)
Kondisi Jalan Nasional Jombang berubang dan retak-retak. (wacananews.co.id/tyo)

JOMBANG – Bangun jalan Nasional Jombang Jawa Timur kondisinya rusak berat pengguna jalan mengeluh. Belum genap dua tahun bangunan jalan Nasional sudah mengalami kerusakan berat.

Hal tersebut di sampaikan Dani (30) pengguna jalan dan juga warga peterongan saat melintas dirinya hampir terjatuh dikarenakan jalan berlubang dan retak-retak, terangnya kepada wacananews.co.id Jum’at (05/06/2020) sore.

Bacaan Lainnya

“Saya hampir saja terjatuh dari sepeda motor karena ban depan saya masuk di lubang jalan yang sudah retak-retak”, jelas Dani.

Diketahui bangunan peningkatan jalan Nasional milik Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VIII (BBPJN VIII) Jawa Timur Kementrian PUPR. Berlokasi di Jl. Soekarno Hatta dan Jl. Yos Sudarso Jombang anggaran APBN 2018 sebesar Rp. 48.438.320.000 dengan rincian untuk pekerjaan fisik dikerjakan PT. Timbul Perkasa dengan kontrak Rp. 46.428.280.000 dan untuk pengawasan dimenangkan PT. Saicile Jasa dengan nilai kontrak Rp. 2.010.041.000.

Terpisah, menyikapi hal tersebut Hendro selaku ketua LSM Lingkar Merah Putih Nasional Kabupaten Jombang menuntut agar bangunan tersebut segera di perbaiki dan dilakukan pemeriksaan apakah adanya indikasi korupsi terhadap bangunan tersebut, ujar Hendro saat dimintai keterangan, Jum’at (05/06/2020) malam.

“Bangunan jalan memang kondisnya rusak berat, yang berwenang harus segera memperbaki karena membahayakan pengguna jalan. Seharusnya penegak hukum bersikap tegas untuk segera dilakukan pemeriksaan apakah ada indikasi korupsi di proyek tersebut” jelasnya.

Lanjut Hendro, bangunan jalan rabat Beton mengalami kerusakan parah terjadi antara Flyover Peterongan sampai dengan Taman RTH Keplaksari. Kerusakannya sangat parah sampai-sampai membehayakan pengendara.

“Meski sudah pernah dilakukan perbaikan, namun kondisinya kian parah. Karena sejak awal pekerjaan proyek terindikasi pengurangan spesifikasi bangunan”, pungkasnya.(tyo/w1)

Tinggalkan Balasan