Raja Ur Siuw dan Lor Lim Mengutuk Keras Segelintir Masyarakat yang Menjatuhkan Martabat Perempuan Kei

Kutukan raja lor siuw dan lor lim
Raja Lor Lim dan Lor Siuw "Rat Yab Faan" (Raja Faan) Patrisius Renwarin dalam Konferensi Pers di Kediaman Raja Nerong di Kabupaten Maluku Tenggara.(wacananews.co.id/pas)

MALUKU TENGGARA, WacanaNews.co.id — Raja Lor Lim dan Raja Ur Siuw mengutuk keras tindakan dari segelintir masyarakat yang telah mengatasnamakan diri sebagai Forum Penyambung Lidah Rakyat Maluku (FPLRM) dan Front Pemuda Kei (FPK) yang mana telah menjatuhkan Harkat dan Martabat salah satu perempuan Kei di Ambon beberapa waktu lalu.

Mewakili para Raja Lor Lim dan Ur Siuw “Rat Yab Faan” (Raja Faan) Patrisius Renwarin dalam Konferensi Pers di Kediaman Raja Nerong menyampaikan, aksi yang dilakukan oleh segelintir orang tersebut telah merusak harkat dan martabat perempuan Kei, Rabu (17/02/2021).

Bacaan Lainnya

Renwari mengungkapkan bahwa dalam adat dan budaya Kei seorang perempuan entah bersalah atau tidak tapi tidak boleh diteriakan di tempat umum seperti demikian, karena di Kei kita selalu menjunjung tinggi martabat seorang Perempuan.

Dijelaskan bahwa dalam adat masyarakat Kei ketika ada masalah maka dapat diselesaikan dengan cara ” Dok Maduvun ko Vat KuFaak Sirang Ngalayar Wahabayo Naa Wai Ciran” bukan dengan cara berteriak di tempat umum.

Penguasa ada pada Raschap Faan ini katakan Berkaitan dengan Informasi Proyek yang ditangani salah satu perempuan Kei yang juga adalah istri dari Bupati Maluku Tenggara, sebagai pemangku adat di Daerah ini kami tidak tahu menahu tentang itu, Karena Hukum di Negara kita mengandung Asas praduga tak bersalah, dan itu silakan diserahkan ke pihak berwajib tapi yang kami sesalkan adalah seorang Perempuan Kei diteriakan seakan ditelanjangi di depan umum.

“Kami para Raja Ur Siuw dan Lor Lim dikepualuan Kei dengan ini mengutuk Keras segelintir orang telah menjatuhkan martabat perempuan Kei beberapa waktu lalu di Kota Ambon,” terangnya.

Disinggung persoalan kelompok yang mengatasnamakan diri sebagai pemuda Kei Raja Lo Ohoitel. M Rian Refra mengatakan bahwa selama ini belom ada kelompok atau komunitas pemuda diKei Yang sudah melaporkan kelopoknya ke Para Raja.

“Yang kami tahu saat ini ialah perkumpulan Pemuda Kei di Timika, karena kami para raja yang turun dan mengukuhkan, selain itu ada Ikatan Pemuda Kei di Masohi, selain dari itu kami tidak tahun tentang kelompok pemuda lain yang mengatas namakan diri sebagai Pemuda Kei,” bebernya.

Turut Hadir dalam Konferensi Pers adalah para Raja Ur Siuw dan Lor Lim yang terdiri dari Rat Yab Faan Patrisius Renwarin, Rat Lo Ohoitel M. Ekan Refra, Rat Maut Ohoifut Leopold J. Rahail, dan Rat Meumvit Edison Elkel.

Untuk diketahui bahwa beberapa waktu lalu telah dilakukan aksi Demo dari Forum Penyambung Lidah Rakyat Maluku (FPLRM) dan Front Pemuda Kei (FPK) di Kejaksaan Tinggi Maluku terkait tuduhan terhadap istri Bupati yang menangani beberapa Proyek di Maluku Tenggara.(pas/w2)

Tinggalkan Balasan