Polemik Perum Jogoloyo Residence, Warga Minta Tanah Makam Bukan Konpensasi

Perumahan Subsidi Jogoloyo Residence Desa Jogoloyo Kecamatan Sumobito kabupaten Jombang.(wacananews.co.id/tyo)
Perumahan Subsidi Jogoloyo Residence Desa Jogoloyo Kecamatan Sumobito Kabupaten Jombang.(wacananews.co.id/tyo)

JOMBANG – Warga meminta pengembang Perumahan menyediakan fasum berupa Tanah makam bukan konpensasi soal Perumahan Subsidi Jogoloyo Residence Desa Jogoloyo Kecamatan Sumobito Kabupaten Jombang.

Diberitakan sebelumnya bahwa warga resah dengan keberadaan perumahan tersebut lantaran tidak menyediakan fasum berupa lahan makam. Permasalahan tersebut mendapatkan respon Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Jombang, bahwa dalam aturanya pengusaha menyediakan fasum berupa tanah makam bukan melainkan konpensasi.

Bacaan Lainnya

Hal itu disambut warga Desa Jogoloyo, DM (50) meminta agar pengembang perumahan Jogoloyo Residence menyediakan fasum berupa lahan makam bukan melainkan konpensasi sesuai dengan aturan yang ada.

“Dinas kan sudah mengatakan seperti itu, kita sebagai warga sekitar minta pengembang menyediakan lahan makam saja tidak konpensasi”, jelasnya Senin (24/08/2020).

Dia juga menambahkan adanya kejanggalan pada musyawarah yang sudah pengembang buat. Menurutnya, sekian luas lahan perumahan diberikan konpensasi sebesar 30 juta kok mau padahal uang tersebut juga masih janji, tambahnya.

“Ini tambah gak masuk akal, warga kok mau pas musyawarah, dijanjikan uang 30 jt sementara itu lahan perumahan sangat luas, sangat tidak sebanding. Lagi pula uang tersebut juga belum di berikan, masih janji”, keluh DM.

Hal senada diungkapkan HW (40) warga sekitar, menurutnya uang 30 jt mau di buat keranda dan tempat keranda hal yang kurang tepat. Dikarenakan Dusun Jogoloyo sudah mempunyai keranda sendiri kepada mau di bautkan lagi.

“Mau di buat keranda dan tempatnya ya buat apa, kan kita sudah punya buat apa banyak-banyak. Kalok lahan makam kan lebih berguna karena semakin lama, lahan semakin berkurang”, kesalnya Senin (24/08/2020).

Warga juga menanyakan kejelasan bank apa yang kerjasama dengan pihak perumahan yang katanya perumahan subsidi tersebut. Karena sampai sekarang warga belum mengetahui secara jelas soal perumahan itu.

“Katanya subsidi, terus bank apa yang kerjasama kita juga belum mengetahuinya. Yang penting kita disediakan lahan bukan uang”, pungkas HW.(tyo/w1)

Tinggalkan Balasan