Pahlawan Wanita Devisa Asal Blitar Untuk Keluarga Saat PPKM

  • Whatsapp
ppkm blitar
Ana (32) Warga Desa Candirejo Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar saat berkerja di sedotan pasir kelud.(wacananews.co.id/yan)

BLITAR, WacanaNews.co.id — Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat diharapkan tak akan berdampak terlalu dalam pada aspek pemulihan ekonomi di Jawa Timur. Sebab, saat ini berbagai pihak diyakini sudah jauh lebih siap dibanding pada PSBB tahun lalu.

Dalam kondisi ekonomi yang mulai membaik sekarang, memang terkesan pahit dengan kebijakan PPKM. Tapi kalau nggak dilakukan kita gak bisa recovery lebih cepat lagi. Kami yakin, kita harus mengikuti dan mendukung agar bisa kembali bekerja dalam pemulihan ekonomi

Bacaan Lainnya

Menurut, pelaku usaha Ana (32) Warga Desa Candirejo Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar, penerapakn PPKM Darurat di Jawa dan Bali dirasakan sangat berat. Lantaran dirinya harus ikut bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

“Saya merasakan dampak PPKM ini menyiksa kegiatan ekonomi masyarakat kecil. Akibat nya saya pelaku ekonomi harus ekstra kerja untuk anak anak dan keluarga,  yang sehari hari mengais rejeki ikut suami di sedotan cuci pasir kelud,” terangnya, Senin (12/07/2021).

Ia mengaku, harus menjalani sebagai kerup sedot pencucian pasir lantaran sudah tidak ada lagi pekerjaan lain selain itu. Selain itu, ia menganggap dampak PPKM ini sangat berpengaruh pada usaha yang ia geluti, lantaran menghambat arus lalulintas.

“Soalnya suami kirim Pasir ke Stokpel di daerah Nganjuk. Jombang itu harga jual nya kan murah pak, lagian sekarang ekonomi sangat susah. Apalagi dengan Dampak PPKM jalanan kediri. Nganjuk dan jombang yang biasa nya akses jalan nya lurus sekarang Muter muter kayak obat nyamuk. Sehingga jarak nya semakin jauh, BBM Truk nambah. Ya saya punya keputusan untuk kerja tambahan biar dapur saya tidak padam,” pungkasnya.(yan/w2)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *