Menpora Amali Minta Cabang Olahraga Lakukan Pembinaan Atlet Usia Dini

  • Whatsapp
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali meminta agar pola pembinaan dan pembibitan atlet di berbagai cabang olahraga dilakukan sejak usia dini. Ini dilakukan sebagai target jangka panjang untuk melahirkan atlet-atlet berprestasi yang kelak mengharumkan nama bangsa di kancah dunia.(foto:kemenpora.go.id)

JAKARTA, WacanaNews.co.id — Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali meminta agar pola pembinaan dan pembibitan atlet di berbagai cabang olahraga dilakukan sejak usia dini. Ini dilakukan sebagai target jangka panjang untuk melahirkan atlet-atlet berprestasi yang kelak mengharumkan nama bangsa di kancah dunia.

Hal tersebut disampaikan Menpora Amali dalam sambutannya saat membuka ecara resmi Musyawarah Nasional Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia (Munas PB PRSI) yang digelar secara virtual, Sabtu (27/2) pagi.

Bacaan Lainnya

“Saya kira pembinaan junior harus lebih diutamakan karena selama ini hampir di semua cabang olahraga konsentrasi kita selalu terpusat pada pembinaan yang sudah senior. Karena target-teraget jangka panjang, sekarang ini pola pembinaan kita harus kita rombak, sejak usia dini dan itu sudah kita masukan di dalam perencanaan design besar,” kata Menpora Amali.

Langkah ini dilakukan sebagai upaya menyiapkan para atlet berprestasi dalam menghadapi Olimpiade pada tahun 2032 mendatang. Dimana Indonesia sendiri diharapkan menjadi tuan rumah event olahraga tingkat dunia tersebut.

“Mohon dukungan dan doanya kita berusaha untuk feeding menjadi tuan rumah Olimpiade tahun 2032. Kaitan dengan itu Kemenpora dan stakeholder sudah memetakan cabang-cabang olahraga mana saja yang bisa kita unggulkan untuk kita persiapkan sejak dari sekarang sampai dengan 10 tahun kedepan yang bisa menghasilkan prestasi buat Indonesia,” jelasnya.

Menpora Amali mengatakan olahraga renang termasuk salah satu olahraga unggulan yang masuk dalam perencanaan untuk jangka panjang dan ditargetkan prestasi pada kejuaraan- kejuaraan dunia terutama pada Olimpiade 2032 nanti.

“PRSI yang membina cabang akuatik saya kira harus memberikan perhatian yang lebih terhadap nomor dari cabor-cabor yang kita unggulkan itu,” pinta Menpora Amali.

Menpora Amali mengatakan dalam beberapa kedepan dirinya akan menemui Presiden Joko Widodo untuk melaporkan rencana-rencana dan master plan yang akan dilakukan dalam menyiapkan atlet-atlet sehingga bisa meraih prestasi dan juara pada Olimpiade nanti.

“Beberapa hari kedepan saya akan lapor kepada bapak Presiden mudah-mudahan akan segera ditetapkan grand design dan juga akan segera ditetapkan master induk atau master plan kita untuk menuju prestasi menuju Olimpiade 2032. Sementara dalam hitung-hitungan kami dengan para akademisi, para ahli dan lain sebagainya kita targetkan minimal kita berada di 10 besar,” ungkap Menpora Amali.

Oleh karena itu, lanjut Menpora Amali, pemerintah saat ini sangat serius mempersiapkan para atlet-atlet junior untuk berlaga di Olimpiade tahun 2032 yang akan datang. Meski begitu  event-event olahraga internasional lain sebelum Olimpiade tidak bisa ditinggalkan dan harus meraih prestasi.

“Target utama kita adalah Olimpiade. Tetapi Asean Games, Sea Games dan kejuaraan-kejuaraan dunia lainnya itu juga itu kita harus catat sebagai pekerjaan buat kita,” tukasnya.

Sementara itu, Menurut Menpora Amali Indonesia sebagai negara kepulauan punya keunggulan di bidang akuatik dan harus bisa benar-benar dimanfaatkan untuk lebih berprestasi lagi kedepannya.

“Saya kira ini menjadi catatan kita sehingga kita bisa memperlihatkan kepada dunia supaya Indonesia menjadi gudangnya para atlet di bidang akuatik. Secara khusus pada ketum PRSI mas Anind, saya ingin memberikan apresiasi dan bangga luar biasa tentang prestasi dari Polo Air. Dominasi Singapura kita bisa patahkan asal kita mau bersungguh-sungguh untuk mempersiapkan diri,” katanya.

Dalam kesempatan ini, Menpora Amali juga mengingatkan bahwa pemerintah sangat berkepentingan terhadap tata kelola organisasi olahraga karena prestasi-prestasi hanya bisa dicapai jika tata kelola organisasinya baik.

“Pimpinan cabang olahraga di tingkat pusat, tingkat provinsi kabupaten/kota tata kelolanya harus baik karena hanya dengan tata kelola yang baik lah maka kita bisa menghasilkan prestasi-prestasi sebagaimana yang kita harapkan,” jelas Menpora Amali.

Hadir dalam Munas PRSI ini antara lain Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Marciano Norman, Ketua Umum Persatuan Renang Seluruh Indonesia (Munas PB PRSI) Anindya Novyan Bakrie, dan Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari. Hadir pula Pengurus DPD PRSI di 34 Provinsi seluruh Indonesia.(langsir:kemenpora.go.id)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan