Lahir Dalam Kondisi Cacat, Anak Asal Ende Ini Tak Tersentuh Pemerintah

anak cacat asal ende
Marselina Rengo Danu (Mei) (9) merupakan putiri ke-4 dari janda bernama Sabina Weni, tinggal di sebuah gubuk reot di pinggir pantai, Dusun Aepetu, Desa Watukamba, Kecamatan Maurole, Kabupaten Ende yang terlahir dengan kondisi cacat.(wacananews.co.id/ms)

ENDE, WacanaNews.co.id — Seorang anak asal Kabupaten Ende terlahir dalam keadaan cacat, sampai hari tanpa sedikitpun sentuhan kasih dari Pemerintah Daerah.

Marselina Rengo Danu (Mei) (9) merupakan putiri ke-4 dari janda bernama Sabina Weni, tinggal di sebuah gubuk reot di pinggir pantai, Dusun Aepetu, Desa Watukamba, Kecamatan Maurole, Kabupaten Ende merupakan anak yang sejak lahirnya mengalami cacat buta, lumpuh dan tak dapat bicara.

Untuk membiayai sekolah 3 anaknya, mengurus Mei dan memenuhi kebutuhan sehari-hari, ia harus menjual ikan dengan berjalan kaki mengelilingi Desa Watukamba, Maurole dan Mausambi Kabupaten Ende.

Kepada wacana news.co.id, Sabina mengatakan secara khusus bahwa dirinya dari Pemerintah belum ada bantuan sepersenpun untuk menangani anaknya.

Iapun menceritakan sampai hari ini jikalau pergi ke Puskesmas harus bayar sendiri, karena belum memperoleh Kartu Indonesia Sehat (KIS).

“Kalau ke puskesmas bayar Rp. 5.000 karena belum ada kis. sakitnya palingan hanya flu, demam biasa. Dia biasa hanya minum sirup,” pungkas Sabina, Selasa, (06/07/21).

Dirinyapun menambahkan, bahwa pernah mengeluh akan kursi roda ke salah satu pekerja rohani, namun belum ada jawaban.

“Sayapun mengeluh kursi roda ke ibu saat itu, waktu ibu datang kunjung ke sini, supaya bisa dorong, ataupun dia sendiri dorong juga bisa ini. Namun belum ada, mungkin karena covid to,” tutur si janda tua ini.(ms/w2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *