Kurikulum Berbasis KKNI Pertama Kali Diterapkan STIS Mutiara Untuk Wilayah Kota Tual dan Maluku Tenggara

Ketua Lembaga Layanan Perguruan Tinggi Wilayah XII Muhamad Bugis (tengah baju hitam) foto bersama dengan pengurus STIS Mutiara.(wacananews.co.id/pas)
Ketua Lembaga Layanan Perguruan Tinggi Wilayah XII Muhamad Bugis (tengah baju hitam) foto bersama dengan pengurus STIS Mutiara.(wacananews.co.id/pas)

MALUKU TENGGARA, WacanaNews.co.id — STIS Tual Prodi Ilmu Komunikasi menggelar gelar kegiatan penyusunan Kurikulum Berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesi (KKNI), Ketua Lembaga Layanan Perguruan Tinggi Wilayah XII, Muhamad Bugis berharap bahwa dengan adanya kurikulum KKNI ini mampu membawa alumni kearah lapangan pekerjaannya nanti, Jelasnya pada media ini kamis, 17 September 2020 di Aula Kampus STIS Tual.

Ketua LL Dikti Wilayah XII Maluku-Maluku Utara dalam sambutan singkatnya menyampaikan bahwa sebenarnya pembaharuan Kurikulum Berbasis KKNI ini sudah berlangsung sejak 2014 lalu.

Bacaan Lainnya

“Jadi sebelum saya menjadi ketua LL Dikti Wilayah XII sudah saya terapkan KKNI untuk program Studi ilmu Ekonomi pada Universitas Pattimura Ambon dari 11 program studi yang ada hanya program studi ilmu ekonomi saja yang pertama kali di wilayah Maluku yang menerapkannya”, katanya.

Muhamad bersyukur bahwa hari ini STIS Mutiara sudah menerapkan Lokakarya Kurikulum KKNI karena hampir semua perguruan Tinggi di Wilayah LL Dikti XII termasuk Universitas Patimura Ambon belum menerapkan KKNI diluar Program Studi Ilmu Ekonomi.

“Jadi perlu untuk diketahui juga bahwa Narasumber yang sangat mengetahui apa itu KKNI itu adalah sekertaris saya, saudara Dr. Jantje E. Lekatompessy”, Kata Muhamad.

Bugis berharap bahwa dengan adanya kurikulum KKNI ini mampu membawa alumni kearah lapangan pekerjaannya, jika ia menjadi Wartawan maka harus difokuskan jadi wartawan yang baik, atau jadi penyiar maka harus menjadi penyiar yang handal begitu pula bidang-bidang pekerjaan yang lainnya.

Pada kesempatan yang sama usai Damianus Fofid Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi menjelaskan bahwa kegiatan ini berlandaskan pada undang-undang nomor 12 tahun 2012 dengan demikian setiap mata kuliah akan mengalami perubahan sesuai dengan perkembangan zaman dan kebutuhan pasar.

Kegiatan ini rencananya akan dilaksanakan selama dua hari, hari pertama diawali dengan pembukaan dan seminar yang dibawakan oleh Kepala Bagian Protokoler dan Komunikasi Pimpinan, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Maluki Tenggara dan Pihak RRI Tual.

“Jadi setelah hari pertama kemudian kedua kami akan melanjutkan dengan pembahsan setiap mata kuliah, pastinya akan ada mata kuliah yang di anggap sudah tidak relevan akan dihapus dan digantikan dengan mata kuliah baru sesuai kebutuhan pasar saat ini”, jelas Fofid.

ketua Program Studi Komunikasi ini optimis bahwa kali ini pihaknya akan Fokus program studi ilmu komunikasi kali ini adalah bagaimana menciptakan Mahasiswa yang mampu berdaya saing. Setelah selesai dari kampus mereka bukan fokus untuk pegawa atau ASN (Aparatur Sipil Negara) semata tapi bagaimana mampu menciptakan lapangan pekerjaan.(pas/w2)

Tinggalkan Balasan