Jhon Rahanubun: Selaku Anak Kei Saya Sangat Prihatin Terhadap Konstalasi Politik Maluku Tenggara Saat Ini

  • Whatsapp
Jhon rahanubun aru
Jhon Rahanubun masyarakat Kei yang berada di Kepulauan Aru.(wacananews.co.id/pas)

ARU, WacanaNews.co.id — Melihat perkembangan konstalasi politik Maluku Tenggara saat ini, sebagai anak Kei yang berada di tanah rantau kami sangat prihatin, demikian ungkap salah satu Masyarakat Kei yang ada di Kepulauan Aru Jhon Rahanubun.

Rahanubun beberkan sebagai orang Kei, dirinya sangat prihatin terhadap kondisi Kabupaten Maluku Tenggara, Jum’at (26/02/2021).

Bacaan Lainnya

Dikatakan mulai dari Hubungan yang tidak Harmonis antara Bupati dan Wakil Bupati, sampai pada Laporan-laporan terhadap proyek yang Mangkrak maupun pencemaran atas istri Kepala Daerah, sungguh sangat memprihatinkan terhadap kondisi ini.

“Saya sungguh sangat yakin kondisi demikian sangat mengganggu Energik Pemerintah Daerah dalam hal, pengembangan pembangunan Daerah. Dari sisi tertentu pemerintah berpikir untuk membangun Maluku Tenggara tapi dari sisi lain kepala Daerah berpikir tentang tekanan Politik publik,” teranya.

“Bagi saya Partai-partai pendukung dari pasangan MTH-PB yang harus bertanggung jawab atas kondisi ini. Seharusnya Bupati dan wakil Bupati bersatu untuk mabangun Maluku Tenggara,” katanya.

“Saya sebenarnya tidak mau sampaikan hal ini tapi karena melihat konstalasi Maluku Tenggara saat ini, maka sebagai anak Asli Kei yang hanya mencari nafkah diluar turut prihatin terhadap kondisi Kabupaten Malra saat ini,” bebernya.

Partai-partai pendukung inilah yang kemarin bersama-sama dengan pasangan MTH-PB melakukan kampanye-kampanye dan janji-janji politik bersama rakyat Maluku Tenggara. Karena itu hari ini mereka bersama-sama MTH-PB bekerja dan menepati janji-janji itu, bukan menjadi pemecah belah dalam pemerintahan ini, akhirnya yang korban adalah Mayarakat kecil atas janji-jani kampanya dikala itu.

“Saya juga sangat prihatin terhadap kelompok-kelompok tertentu yang kemarin berada dalam lingkaran MTH-PB dengan tujuan bagi-bagi kue atau proyek Proyek. ketika belum dapat lalu berbalik dan menyerang pa Bupati ini adalah tipe orang yang suka “masuhun”, kata Rahanubun.

Saya berharap saat ini semua kelompok harus meninggalkan ego masing-masing dan berpikir untuk pengembangan Daerah baik dari sisi infrastruktur, Sumber Daya Manusia, Alam maupun peningkatan Ekonomi Rakyat, bukan berpikir untuk saling menjatuhkan.

Bersamaan dengan itu ketika disinggung persoalan laporan proyek yang Mangkrak dan dilaporkan ke KPK, persoalan Bupati beserta istrinya dilaporkan di Kejaksaan Tinggi Ambon, Rahanubun katakan bahwa ini adalah persoalan kepentingan bagi-bagi kue dalam pemerintahan ini.

“Bagi saya persoalan lapor melapor yang ada di Malra saat ini adalah persoalan kepentingan, bagai-bagi kue yang mana kelompok tertentu yang tidak puas dengan pemerintahan ini dan sengaja membenturkan Bupati bersama Wakil Bupati, bupati bersama mantan Bupati” katanya.

Jhon Rahanubun beberkan bahwa dirinya dulu pernah melapor Pemerintahan sebulmnya ke KPK dan Kejaksaan Tinggi Maluku terkait Dana Abadi. Namun ada beberapa kendala yang dialami saat itu, sehingga laporan itu tidak ditindak lanjut.

Mantan politisi PDI ini menegaskan bahwa sebagai anak Kei ketika Hari ini Bupati Bersama istrinya dinyatakan bersalah dan benar-benar Korupsi Dimata Hukum maka silakan diproses sesuai Hukum yang Berlaku di Negara ini.

“Namun Satu hal yang saya mau ingatkan, dan saya tegaskan bahwa ketika tuduhan terhadap istri Bupati dinyatakan tidak benar di mata Hukum maka, sebagai keluarga dua jalur yang akan kami tempuh yaitu akan kami laporkan atas kasus pencemaran nama baik terhadap ibu, dan saudara perempuan kami, dan kami akan tempuh jalur adat,” pungkasnya.(pas/w2)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *