HUT Ke 7 Partai Perindo Beri Gelar Bupati Maluku Tenggara Bapak Toleransi

  • Whatsapp
partai perindo maluku tenggara
Penyerahan penghargaan oleh Partai Perindo kepada Bupati Maluku Tenggara Drs. Hj. M. Taher Hanubun.(wacananews.co.id/pas)

MALUKU TENGGARA, WacanaNews.co.id — Hari Ulang Tahun ke 7 Partai Persatuan Indonesai (Perindo) Kabupaten Maluku Tenggara Secara Resmi memberi gelar Bapak Toleransi Kepada Bupati Maluku Tenggara Drs. Hj. M. Taher Hanubun.

Bertempat di Hotel Kimson pada (22/10/21), dengan Jumlah Peserta sebanyak 106 Peserta yang terdiri dari 15 orang Fungsionaris DPW dan 33 Fungsionaris DPD dari 11 Kabupaten Kota demikain pula Anggota DPRD Propisi dan DPRD Kabupaten Se Maluku sebanyak 14 Peserta. Hadir pula perwakilan dari 11 DPC se Kabupaten Maluku Tenggara sebanyak 33 Orang.

Bacaan Lainnya

Ketua Panitia Ulang Tahun ke 7 Partai Perindo Maluku, Benediktus Fadly Rejaan dalam Kesempatan itu juga menjelaskan bahwa  berdasarakan kajian DPD dan DPW partai perindo provinsi maluku maka akan diberikan penghargaan kepada Bpk Bupati Maluku Tenggara sebagai Bapak Toleransi di Bumi Larvul Ngabal.

Menurutnya penghargaan ini diberikan  karena jasa Hj. Taher Hanubun sebagai inisiator dalam upaya membina kerukunan beragama mulai dari upaya perdamaian saat konflik Sara pada tahun 1999 sampai keberpihaknnya dalam upaya membangun Rumah-rumah Ibadah yang baru dan yang masih belum terselesaikan dalam waktu yang lama, baik itu Gereja dan Mesjid di Kabupaten Maluku Tenggara.

Bersamaan dengan itu, ketua DPW Partai Perindo Maluku M. Isa Raharusun juga mengatakan Bupati Maluku Tenggara, Drs  Hi. M. Taher Hanubun layak mendapat gelar Bapak Toleransi pasalnya mulai dari Konflik 1999 di Maluku ia mampu menjadi inisiator dalam Perdamaian Konflik khususnya di Kabupaten Maluku Tenggara.

“Gelar ini bukan sekedar memberikan tapi berdasarkan pada pengamatan kami Partai Perindo Maluku, Bahwa bapak Taher di Maluku Tenggara beliau masuk rumah keluar rumah tanpa memandang golongan baik Islam, Katolik, protestan maupun Hindu” jelasnya.

Menurutnya bahwa Bupati Taher juga sangat membantu rumah-rumah ibadah, bukan hanya Katolik, tapi Islam, protestan juga mendapat bantuan dari pa Taher, kebijakan yang diambil khususnya untuk pembangunan rumah ibadah sangat luar biasa.

Kata ketua DPW Perindo Maluku bahwa langkah yang diambil oleh Bupati Malra merupakan langkah yang konkrit dan tepat demi membangun hubungan toleransi antar umat beragama di Maluku Tenggara.

Dukungan Bupati Maluku Tenggara sebagai Bapak Toleransi juga datang dari Postingan Pastor Inno Ngutra pada dinding Facebooknya beberapa waktu lalu.

bupati maluku tenggara
Bupati Maluku Tenggara Drs. Hj. M. Taher Hanubun saat memberikan sambutan pada HUT ke 7 Partai Perindo.(wacananews.co.id/pas)

Pastor Inno Ngutra dalam Postingan pada Dinding Facebooknya menagatakan bahwa

“LELAKI MUSLIM MEMBANGUN GEREJA”

“Beta seng bangun gereja. Yang beta bangun adalah Rumah Tuhan bagi saudara-saudariku Katolik,” Demikianlah kata-kata bijak yang keluar dari mulut laki-laki itu. Namanya Haji MUHAMAD THAHER HANUBUN atau lebih dikenal karena jabatannya sekarang sebagai Bupati Kabupaten Maluku Tenggara ; Kabupaten yang diakui secara nasional sebagai Surga yang Tersembunyi.

Dari nama laki-laki itu pasti semua orang tahu bahwa dia adalah seorang Muslim; Ya, seorang Muslim yang sangat taat; Seorang Muslim yang sangat yakin akan kebenaran agamanya tanpa menyalahkan agama dan keyakinan orang lain.

MTH nama singkatnya dari  Muhamad Thaher Hanubun adalah laki-laki yang ditempah oleh lawan-lawan politiknya lewat fitnah, kritik bahkan hujatan tapi ia tetap tegar berdiri menghadang badai sampai ke empat kalinya barulah terpilih menjadi Bupati Maluku Tenggara saat ini. Secara manusiawi, laki-laki ini punya sejuta alasan untuk membalas semua hujatan dan fitnah  yang pernah diterimanya. Namun apa yang dilakukannya? Laki-laki ini sudah selesai dengan dirinya sendiri.

Setelah menjadi Bupati, ia sungguh menjadi Pemimpin untuk semua masyarakat Maluku Tenggara, baik kawan maupun lawan. Tanpa lelah, ia mengunjungi masyarakatnya di kampung-kampung tanpa memandang agama dan latar belakang mereka. Laki-laki ini sangat menjunjung tinggi adat istiadat Kei yang menjadi dasar dan sarana baginya untuk menyapa dan menyatukan semua masyarakatnya.

Laki-laki ini tanpa mau menjadikan dirinya populer karena perbuatan baiknya, namun ia telah memberikan bantuan baik dari anggaran pemerintahan maupun dari saku pribadinya untuk mereka yang datang kepadanya terutama untuk membangun rumah-rumah ibadat semua golongan di daerah yang dipimpinnya.

Dari sekian banyak rumah ibadat dari semua golongan yang dibantunya, gereja Katolik Stasi Kolser adalah gereja yang langsung ditanganinya. Tanpa mengabaikan kontribusi umat Katolik baik di luar maupun di dalam desa Kolser, namun coba bayangkan bahwa gedung gereja besar ini baru dibangun tahun lalu 2020, tapi bagi beliau gereja ini harus diselesaikan pada tahun 2022 mendatang. Laki-laki ini tidak hanya memerintah, tapi ia melibatkan diri langsung dalam pekerjaan; mencampur semen, menggali lubang dan bahkan mengangkat kayu-kayu seperti yang Anda lihat dalam foto pada tulisan ini.

Laki-laki Muslim ini mungkin sedikit memikirkan karier politiknya untuk periode kedua nanti, dan itu wajar. Namun bagi laki-laki ini melayani masyarakatnya sekarang dan ketika mereka membutuhkannya adalah panggilan nurani yang telah meretas batas-batas yang dibangun oleh manusia. Bagi laki-laki ini, yang dibangunnya bukan sekedar gedung gereja tapi ia membangun rumah Tuhan bagi sesamanya yang beragama lain tapi telah disatukan oleh adat dan iman kepada Yang Ilahi .

Semoga suatu waktu, masyarakat di Maluku Tenggara khususnya umat Katolik akan tetap mengingat dan mengenang bahwa ada seorang laki-laki Muslim pernah mengukir namanya bukan sekedar pada batu pengresmian gereja tapi terutama di dalam hati dan nubari mereka.

Kepadamu, laki-laki Muslim; Teruslah melayani masyarakat Maluku Tenggara. Kami akan tetap mendokammu agar amanah Yang Ilahi padamu akan terwujud di hari-hari yang akan datang.

Dari berbagai kajian dan pengamatan Partai Perindi segingga tepat pada ulang Tahun yang ke 7 ini secara khusus DPW dan DPD Perindo Maluku Tenggara secara sah dan layak memberikan Gelar Bapak Toleransi kepada Bupati Maluku Tenggara, M. Taher Hanubun.(pas/w2)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *