GMNI Cabang Kefamenanu Menolak Pameran Kebudayaan Dalam Menyongsong HUT Ibu Kota Kefamenanu

Rapat persiapan di hadiri oleh semua unsur Forkopimda Kab, (TTU) dan dari pihak Mahasiswa/i di Wakili oleh Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cab.Kefamenanu.(wacananews.co.id/ae)

Timor Tengah Utara (TTU), WacanaNews.co.id — Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cab. Kefamenanu hari ini mengikuti pergelaran bersama Forkopimda yakni rapat persiapan dalam menyongsong HUT Ibu Kota Kefamenanu.

Rapat persiapan di hadiri oleh semua unsur Forkopimda Kab, (TTU) dan dari pihak Mahasiswa/i di Wakili oleh Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cab.Kefamenanu.

Bacaan Lainnya

Rapat yang berlangsung di aula Kantor Polres sekitar pukul 11.00-01.00 WITA guna membahas rencana pameran Kebudayaan.

Ketika di temui awak media Wacananesw.co.id di halaman Kantor Polres, Fancis C, Ratrigis Ketua Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cab.Kefamenanu menuturkan bahwa GMNI berkomitmen penyelenggaraan pameran kebudayaan yang nantinya akan dilaksanakan oleh pemerintah daerah kab, TTU menjelang HUT Kota Kefamenanu sebaiknya dikaji secara cermat oleh pemerintah setempat sehingga tidak menimbulkan klaster baru penyebaran covid-19.

GMNI juga turut meminta agar institusi Kepolisian negara sebagai aparat penegak hukum untuk tetap melaksanakan fungsi kontrolnya sesuai dengan amanat yang termaktub dalam intruksi Presiden RI.

“Kita tetap pada prinsip bahwa GMNI menolak adanya pameran kebudayaan dalam menyongsong HUT KOTA KEFAMENANU itu yang kita sampaikan dalam rapat bersama tadi”, tutur Francis selaku ketua GMNI CAB. KEFAMENANU.

“Pameran Kebudayaan yang diinisiasi oleh Pemda TTU sebenarnya telah melangkahi aturan yang dibuat oleh Bupati sendiri, Perbub No 59 Tahun 2020 tentang Tentang
Pedoman Tatanan Normal Baru Produktif Dan Aman Corona Virus Disease 2019 (COVID-19)
di Kabupaten Timor Tengah Utara Secara rinci dalam perbub tersebut telah menjelaskan terkait larangan bagi yang berkunjung pada tempat tempat umum untuk dilarang berkumpul dan berkerumun serta menerapka physical distancing. Kita pastinya mesti beradaptasi dengan tatanan baru atau new normal ini tapi dalam hajatan Pameran Kebudayaan mestinya dikaji lebih mendalam lagi karena tentunya akan melibatkan banyak orang.Oleh karena itu GMNI meminta agar Pemerintah melakukan kajian mendalam terkait pelaksanaan pameran kebudayaan jelang HUT kota Kefamenanu” tambah Ketua GMNI Cab. Kefamenanu.

Ia juga menambahkan bahwa respon dari PEMDA TTU yaitu mereka masih melakukan kajian soal persiapan pameran kebudayaan yang akan diadakan. “Kita juga meminta jika hasil kajiannya seperti apa agar nanti di sampaikan kepada kita” tambahnya.

Francis juga berpesan kepada seluruh masyarakat TTU agar bekerja sama bahu membahu menjaga kenyamanan daerah TTU di masa new normal menjelang HUT kota Kefamenanu.(ae/w2)

 

Tinggalkan Balasan