GMNI Cabang Ende Mendesak Dinas Pendidikan Menerbitkan Ijazah Paket A di SDK Kekawii

Gmni ende
GMNI Cabang Ende saat mendatangi kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupen Ende.(wacananews.co.id/ms)

ENDE – Lantaran sejak tahun 2006 SDK Kekawii tidak menerbitkan Ijazah Paket A, GMNI Cabang Ende mendesak Dinas Pendidikan Kabupaten Ende untuk segera di terbitkan.

Sudah Empat Belas tahun lamanya Ijazah paket A tak kunjung datang. Dalam tiap waktu kepada sang Khalik para peserta paket A, beharap untuk mengetuk pintu hati kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan agar bertanggung jawab atas belum diterbitkanya tanda kelulusan, yakni Ijazah paket A dimana selam enam tahun bertempur dibangku SD tidak mendapatkan apapun.

Bacaan Lainnya

GMNI cabang Ende setelah mendapat informasi, langsung mendatangi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menuntut segera keluarkan Ijazah paket A tahun pelajaran 2005/2006 atas siswa yang berjumlah 8 orang di sekolah SDK Kekawii, Selasa, (04/08/2020).

Kepada kepala Dinas GMNI cabang Ende menyuarakan agar jangan melepas tanggung jawab atas peristiwa itu. Apapun alasannya tidak bisa menerima, karena ini menyangkut hak peserta didik dan sejauh mana peran pemerintah dalam menjamin masa depan warga negara.

GMNI menjelaskan pihak yang bersangkutan berinisial (V) sudah mendatangi sekolah Keka Wii, Dinas Pendidikan dan kepolisian untuk mengeluarkan Ijazah namun tetap dengan jawaban yang sama belum bisa bantu.
Saat ini (V) 27 tahun, sudah menyelesaikan kuliah dan telah memperoleh pekerja sebagai guru tenaga honorer, saat mengikuti NUPTK ditolak karena tidak memiliki ijazah SD.

“Tentunya ini sangat menyayat hati kami karena merasa Negara lemah dalam menjamin pemenuhan hak waga Negara. ini merupakan hal yang sangat mustahil jikalau Dinas Pendidikan tidak mampu mengeluarkan ijasah. Yang berikut Jikalau mengabaikan peserta didik ini, apalah guna bersekolah dan dinas Pendidikan ada di Ende, toh ujung-ujungnya memberi harapan palsu?. Sekali lagi mau tidak mau, bisa tidak bisa kami menegaskan harus bisa” jelas Sekertaris GMNI Cabang Ende.

Kabid Paud mengatakan bahwa ijazah ikut terbakar pada tahun 2008 bersama kantor Dinas dan Kala itu. Setelah dijelaskan kembali bahwa, Hal ini tidak singkron dengan sekolah- sekolah lain ditahun pelajaran yang sama, yaitu 2005/2006 sudah memperoleh ijazah paket A oleh GMNI Ende, pihak dinas berjanji akan memberi informasi lanjutan terkait penerbitan ijasah.(ms/w2)

Tinggalkan Balasan