Datangi DPRD Ende, Masyarakat Pulau Ende Menolak Kenaikan Tarif Angkutan Laut

  • Whatsapp
dprd ende
Aliansi Pemuda Peduli Masyarakat Kecamatan Pulau Ende (APPM) saat audiensi dengan DPRD Ende.(wacananews.co.id/ms)

ENDE, WacanaNews.co.id — Masyakat Pulau Ende yang diwakili Aliansi Pemuda Peduli Masyarakat Kecamatan Pulau Ende (APPM) menolak kenaikan tarif angkutan laut dihadapan Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Ende, Senin (21/06/2021).

Menyambangi DPRD Ende, APPM bersama masyarakat disambut baik oleh anggota DPRD Ende Komisi dua.

Bacaan Lainnya

Diruang Rapat Paripurna masyarakat menyampaikan secara tegas penolakan atas kenaikan sepihak harga angkutan motor laut oleh Pemerintah Kabupaten Ende.

Mereka menyampaikan tarif sebelumnya perorang sebesar Rp. 9.000, namun lonjakan sampai Rp. 15.000 tidak sesuai dengan perhitungan. Sebab Jasa Raharja hanya memungut Rp. 800 sehingga angka uang berjumlah Rp. 4.200 mau dikemanakan.

Selain itu masyarakat menunjukan gambar dermaga Pulau Ende yang sudah miring, karena menurut mereka jika air surut maka motor ataupun kapal tidak dapat bersandar di dermaga, begitupun penumpang hanya mendarat dipasir.

Oleh sebab itu, Yohanes Don Bosco Rega meminta kepada Pemda dalam hal Dinas Perhubungan, rencana kenaikan Tarif angkutan laut dari Kota Ende ke Pulau Ende sebaiknya di pending dulu sembari memperbaiki pemulihan Ekonomi.

Senada dengan Oni Rega, Maria Margaretha Siga Sare meminta kepada Pemda untuk mempertimbangkan kenaikan secara rasional.

“Fokus kita kepada perbaikan ekonomi.
Tidak hanya ketuk palu saja, tapi harus menjaga hati dan perasaan masyarakat.
Lakukan sosialisasi di seluruh stakeholder, sehingga tidak terjadinya kontradiksi semata. Angka 15 belum rasional tapi tolong pertimbangkan kembali dengan dampak positifnya,” papar Megi.

Tokoh wanita inipun menuturkan, bahwa penggunaan uang yang dibangun derma pulau Ende sebesar 1,6 miliar. Dari sebab itu ia meminta agar pemerintah memperhatikan fasilitas yang ada dengan serius demi keselamatan manusia.

Baginya bukan hanya Pulau Ende, tetapi Juga Reka dan Kaka Sewa harus mendapat fasiltas yang memadai.

Begitupun Sekretaris Komisi II, Yohanes Marianus Kota meminta untuk berpikir kembali dgn angka 15 ribu. Iapun sesalkan atas pembangunan dermaga itu.

“Dana 1,6 m sangat luar biasa. Sy sendiri mempertanyakan dgn angka 1,6. Adapun tembok pada derma yang tidak bermanfaat. Kalau pasang surut, temboknya untuk apa?
Konsultan perencana hanya untuk menghabiskan uang 1,6 tapi mengabaikan asas kemanfaatan,” ujar Yanì Kota.

Baltasar Saye Tua menambahkan apabila kenaikan itu tetap dilakukan bukan hanya berdampak bagi masyarakat pengguna jasa angkutan dengan nilai bayaran 15 ribu, tetapi akan berpengaruh terhadap nilai jual harga sembako di Pulau Ende, karena tidak menutup kemungkinan bagi pembisnis akan menaikan harga jualannya.

Pantaun Media wacana News. Co. Id, dalam pertemuan itu yang dipimpin oleh Yulius Cesar Nonga, Yohanes Marianus Kota, Maria Margaretha Siga Sare dan Baltasar Saye Tua mendesak pemerintah untuk segera memperhatikan sarana Prasarana Angkutan laut Reka dan Kaka Sewa.(ms/w2)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan