Grafis  

Cara Budidaya Asparagus dan Potensi Export di Indonesia

budidaya asparagus
Asparagus

GRAFIS, WacanaNews.co.id — Asparagus Tumbuh di Indonesia bahkan bisa ekspor, Asparagus merupakan jenis sayuran yang populer di Indonesia. Tanaman Asparagus aslinya berasal dari daratan Mediterania di Eropa selatan dari dataran Eropa budidaya Asparagus menyebar ke negeri Belanda dan Jerman.

Indonesia sendiri tanaman ini berkembang sejak zaman penjajahan Belanda, maka dari itu tak heran jika budaya mengkonsumsi sayuran ini lebih condong kebudayaan kuliner barat yang kerap dijadikan sayuran pendamping hidangan masakan Eropa, seperti stik, Kendati.

Identik dengan kuliner barat budidaya Asparagus di Indonesia tetap menjanjikan, bahkan salah satu pembudidaya Asparagus di Lembang Jawa Barat memasarkan hasil budidayanya ke Singapura dan ia sudah mulai membudidayakan Asparagus sejak tahun 2009 lalu.

Asparagus sendiri dikenal sebagai sayuran bergizi tinggi, selain mengandung banyak serat, Asparagus juga kaya akan folat yang baik untuk kesehatan jantung dan meningkatkan produktivitas air susu ibu. Harga sayuran ini memang terbilang relatif mahal di tingkat pedagang ritel Asparagus biasa dijual seharga 50.000 hingga 70.000 per kgnya.

Memang bukan harga yang murah maka dari itu tak heran orang-orang jarang mengkonsumsinya. Pembudidaya Asparagus dari Denpasar Bali juga mengatakan hal yang sama, Asparagus dihargai mahal karena kandungan gizinya yang ini ditambah lagi biasanya digunakan sebagai pendamping kuliner khas Eropa.

Secara psikologi hal ini turut mendobrak harga Asparagus di pasaran, tak heran para pembudidaya lokal bisa menghasilkan jutaan rupiah setiap bulannya. Bahkan beberapa petani sayuran di Temanggung termasuk petani tembakau ini mulai beralih pada tanaman tembakau, sebagian dari mereka sudah merasakan hasil panen Asparagus dengan harga yang cukup menjanjikan di kantong.

Seperti yang dikutip dari Media center Temanggung, Asparagus Temanggung kini mulai dilirik beberapa negara lain seperti Singapura, Taiwan, Prancis dan beberapa negara di daratan Asia. Beberapa kota besar seperti Bandung, Bogor, Jakarta, Jogja, Solo dan Semarang hingga Surabaya sudah rutin.

Asparagus Temanggung tidak kalah dengan Asparagus dari Australia, pengiriman ke Singapura biasa 50 hingga 100 kg sekali kirim dan dalam satu kotaknya biasa dilakukan dua kali pengiriman.

Bagaimana anda tertarik untuk membudidayakan Asparagus, berikut ini langkah budidaya Asparagus: Pertama, persiapan bibit pembibitan Asparagus, sebenarnya dapat dilakukan secara vegetatif dengan kultur jaringan anakan yang berasal dari Tunas maupun stek serta secara generatif dari biji, dari ketiga asal bibit tersebut bibit yang berasal dari biji lebih baik dulu.

Bibi didatangkan dari Taiwan, tetapi mulai dari tahun 2007 petani mulai mengembangkan usaha pembibitan Asparagus secara mandiri. Harga bibit Asparagus hijau mencapai 2,5 juta untuk setiap 2 pon atau 800 gramnya. Dalam luasan 1 hektar lahan memerlukan sekitar 600 gram bibit Asparagus dalam pembibitan dengan biji terdapat 6 tahap yaitu: persemaian, perendaman benih, semai benih, perawatan, persemaian dan pemupukan. Pemupukan ini sendiri dilakukan sewaktu masih tersemaian setiap 20 hingga 30 hari. Dilakukan pemupukan susulan dengan pupuk urea.

Kedua, seleksi dan pencabutan benih transplanting atau pemindahan bibit dilakukan setelah 5 hingga 6 bulan. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam transplanting diantaranya bibit yang akan dipindahkan adalah bibit yang sehat. Bibit yang dicabut harus segera ditanam dan sebelum penanaman akar harus dipotong disisakan 20 cm dan pucuk tanaman dipangkas hingga tinggi tanaman hanya kurang lebih 20 cm.

Ketiga, pengolahan tanah, sebelum penanaman lahan yang akan ditanami Asparagus dibajak dalam merata dibuat Parit dengan kedalaman 15 hingga 20 cm. Untuk tempat tanam jarak antar tanaman 40 hingga 50 cm dan jarak antar baris 1,25 hingga 1,5 m pada awal tanam tidak digunakan pupuk kimia tetapi menggunakan pupuk kandang.

Keempat, proses penanaman bibit yang ditanam adalah bibit yang sudah berumur 5 hingga 6 bulan penanamannya sendiri dilakukan pada pagi hari atau pada sore hari.

Kelima proses pemeliharaan pemeliharaan tanaman Asparagus sendiri meliputi pembubuhan yaitu: apabila Tunas sudah mulai tumbuh dapat dilakukan pembubuhan. Pada musim hujan Parit di pendalaman untuk menghindari genangan. Dan pada musim hujan Parit diperdalam untuk menghindari genangan air pemangkasan dilakukan setelah induk tanaman membentuk delapan hingga 10 batang.

Selebihnya dipangkas setelah mendekati masa panen batang yang dipelihara cukup 3 hingga 5 batang dan berlaku juga jika tanaman terkena hama, pengairan dan drainase dilakukan dengan cara menggenangi Parit setinggi setengah dan tinggi Parit. Ditunggu hingga air meresap sampai atas kemudian sisa Air dibuang irigasi.

Pada musim kemarau dilakukan tiap satu minggu sekali dilanjutkan pemupukan susulan selain pupuk susulan setiap tahun. Juga dilakukan pemupukan berkala yaitu pemupukan berat seperti saat pertama kali tanam pada saat tersebut tidak dilakukan panen selama 3 hingga 4 Minggu yang disebut dengan fase istirahat.

Dan dilakukan seleksi induk pupuk susunan kimia diberikan setiap bulan, sedangkan pupuk kandang diberikan setiap 3 bulan sekali. Pengelolaan hama dan penyakit tanaman induk yang mati karena terkena hama atau penyakit harus dipotong dan diganti dengan cara membesarkan batang yang tumbuh normal.

Hama yang sering dijumpai adalah ulat atau Ulat tanah yang menyerang selama periode transisi musim kemarau ke musim hujan. Pengendalian hama dan penyakit sendiri dilakukan secara mekanik selama serangan belum terlalu berat. Aplikasi pestisida dilakukan jika serangan sudah cukup berat.

Pestisida yang digunakan adalah pestisida organik yang terbuat dari daun tembakau. Proses panen kriteria panen Asparagus dapat dipanen rebungnya pada umur 4 hingga 5 bulan setelah transplanting. Asparagus hijau yang dipanen adalah setelah muncul di atas tanah dengan kondisi pucuk yang masih kuncup. Panen sendiri dilakukan dengan dua cara yaitu mencabut dan memangkas atau memotong batang muda.

Cara panen dengan memotong batang muda merupakan cara yang lebih baik karena cara tersebut tidak merusak sistem perakaran tanaman yang dijadikan indukan. Jika panen pertama dilakukan pada umur 4 bulan setelah transplanting maka panen kedua pada umur 5 bulan dan interval panen dua hari sekali bulan keenam dan seterusnya dapat dipanen setiap hari. (pras)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *