Bupati Jombang Siap Tindaklanjuti Rakor Implementasi PPKM Darurat

  • Whatsapp
rakor ppkm darurat jombang
Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab bersama Forkopimda mengikuti Video Conference Rakor Implementasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

JOMBANG, WacanaNews.co.id — Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab bersama Forkopimda mengikuti Video Conference Rakor Implementasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Di Jawa Timur dan Bali bersama Menko Maritim dan Investasi RI,  pada Rabu (07/07/2021) siang, diruang Media Center Kantor Pemkab Jombang.

Bupati Jombang mengikuti Rakor Implementasi PPKM Darurat Di Jawa Timur dan Bali dipimpin oleh Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dan Kementerian terkait.

Bacaan Lainnya

Bupati Mundjidah Wahab tampak didampingi Kapolres Jombang AKBP Agung Setyo Nugroho SIK, Kepala Kejaksaan Negeri Jombang Imran SH, MH, Dandim 0814, Asisten dan Kepala OPD terkait. ’’Semua yang disampaikan dalam Rakor Implementasi PPKM Darurat tadi langsung kita tindaklanjuti,’’ kata Bupati Mundjidah Wahab.

Ada lima poin yang disinggung dalam Rakor tadi. Pertama, daerah diminta untuk menekan mobilitas penduduk. Ini ditindaklanjuti dengan menggalakkan operasi yustisi. Juga penutupan sejumlah ruas jalan selama 24 jam.

Kedua, mengetati pemberlakuan jam malam mulai pukul 20.00 WIB. Ini ditindaklanjuti dengan operasi penertiban dan penutupan tempat-tempat berkerumun warga yang masih buka hingga lewat jam malam. ’’Terima kasih kepada TNI, Polri, Satpol PP, Dishub, Tim Satgas dan semua pihak yang telah bekerja keras mengawal pelaksanaan PPKM Darurat di Kabupaten Jombang,’’ ungkapnya.

Ketiga, Daerah juga diminta mempercepat vaksinasi. Ini ditindaklanjuti dengan pelaksanaan Vaksinasi di 34 Puksemas yang ada di Jombang. ’’Target kita, per hari bisa 600 sampai 800 sasaran,’’ bebernya.

Keempat, meningkatkan ketersediaan bed di rumah sakit. Ini ditindaklanjuti dengan meningkatkan jumlah bed di semua rumah sakit. Utamanya di rumah sakit yang menjadi rujukan Covid-19. ’’Semua rumah sakit sudah menambah jumlah bednya,’’ tegasnya.

Kelima, memantau ketersediaan oksigen di rumah sakit. Sejumlah rumah sakit melaporkan adanya peningkatan jumlah pasien yang membutuhkan oksigen. Namun stok yang ada masih mencukupi.(aan/w2)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *