BNPB Dorong Pemda Simulasi Tactical Floor Game Guna Antisipasi Erupsi Gunung Merapi

Erupsi gunung merapi
Rapat Koordinasi Simulasi Tactical Floor Game di Yogyakarta (BNPB)

YOGYAKARTA, WacanNews.co.id — Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) telah menaikan status aktivitas Gunung api Merapi dari level II atau ‘Waspada’ menjadi level III atau ‘Siaga.’ Untuk itu diperlukan peningkatan kesiapsiagaan baik dari pemerintah, pemerintah daerah, maupun masyarakat guna mengantisipasi dampak terburuk yang mungkin timbul dari potensi letusan Gunung Merapi.

Direktorat Mitigasi Bencana Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) langsung bergerak cepat untuk mengkoordinasikan seluruh perangkat daerah yang berada di sekitar Gunung Merapi untuk menyiapkan simulasi Tactical Floor Game (TFG). Dalam arahan Johny Sumbung Direktur Mitigasi Bencana BNPB, menyampaikan bahwa pertemuan ini merupakan tindak lanjut pemberitahuan BPPTKG terkait peningkatan status Gunung Merapi.

Bacaan Lainnya

”Kita harus bergerak cepat dan berkoordinasi dengan semua pihak untuk meminimalkan dampak yang mungkin ditimbulkan oleh erupsi Gunung Merapi. Meskipun statusnya masih Siaga belum Awas, namun semua unsur pemerintah daerah dan masyarakat tetap harus waspada dan menyiapkan skenario-skenario,” ujar Johny saat Rapat Koordinasi Simulasi TFG di Yogyakarta, Jumat (6/11).

Selanjutnya Johny menjelaskan, TFG ini menjadi penting karena kita dapat mempersiapkan secara matang apa peran dari setiap orang jika terjadi erupsi Gunung Merapi.

“TFG merupakan sebuah simulasi pembagian peran dan pemetaan sumber daya sehingga kita dapat mengetahui apa kendala yang ada dan dapat memperbaikinya, selain itu menjadi upaya kita semua untuk mengurangi dampak dan kerugian yang ditimbulkan oleh bencana letusan Gunung Merapi,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala BPPTKG Yogyakarta Hanik Humaida mengungkapkan, kenaikan status yang disampaikan berdasarkan kronologi data hasil pemantauan aktivitas vulkanik Gunung Merapi yang kondisinya hingga saat ini kondisinya sudah melebihi kondisi 26 April 2006.

“Prediksi ahli mengatakan bahwa kondisi Gunung Merapi tahun 2020 mirip dengan kondisi tahun 2006. Namun, saat ini kondisinya sudah melebihi masa krisis tahun tersebut sehingga status waspada naik menjadi siaga,” ungkap Hanik.

Kemudian Hanik menambahkan, meskipun ada indikasi Merapi akan erupsi namun saat ini belum ada tanda-tanda erupsi akan sebesar tahun 2010 lalu.

“Data pemantauan sudah melampaui kondisi menjelang muncul kubah lava 2006. Merupakan indikasi bahwa ekstrusi magma akan berlangsung cepat atau akan terjadi letusan eksplosif namun magnitudenya tidak sebesar tahun 2010,” tambahnya.

Rapat koordinasi ini dihadiri oleh Korem 072/Pamungkas Yogyakarta, BBTKL Yogyakarta, BPBD Daerah Istimewa Yogyakarta, BPBD Provinsi Jawa Tengah, BPBD Kabupaten Sleman, Magelang, Klaten dan Boyolali ini disepakati bahwa jika TFG akan segera dilakukan di masing-masing Kabupaten di sekitar Merapi, seperti Kabupaten Sleman, Boyolali, Klaten, dan Magelang.(langsir:bnpb.go.id)

Tinggalkan Balasan