Belum Lama Dibangun, Bangunan Dinding Sayap Jembatan di Jombang Runtuh

Jembatan puangsomo runtuh
Kondisi runtuhnya dinding sayap jembatan yang berada di Dusun Pucanganom Desa Pucangsomo Kabupaten Jombang.(wacananews.co.id/pras)

JOMBANG, WacanaNews.co.id — Belum dibangun bangunan dinding sayap (wing wall) penahan pondasi jembatan penghubung antar Desa di Desa Pucangsimo, Kecamatan Bandarkedungmulyo, Kabupaten Jombang, Jawa Timur runtuh.

Runtuhnya bangunan tersebut disebabkan karena gerusan air sungai yang terlalu besar. Padahal bangunan tersebut berfungsi sebagai menahan seluruh beban pada jembatan. Akibatnya, warga yang hendak melintas diatas jembatan tersebut, merasa khawatir.

Bacaan Lainnya

Menurut keterangan Ropiah (61), warga sekitar jembatan, menjelaskan jika runtuhnya bangungan dinding sayap jembatan itu, terjadi pada hari Senin (03/11), sekitar pukul 01.00 dini hari.
Ia menyebut, saat itu curah hujan yang turun cukup tinggi.

Hujan turun mulai pukul 18.00 hingga 05.00 WIB. Selain itu, aliran air sungai cukup deras. Ia menyebut, warga juga mendegar suara akibat runtuhnya bangunan tersebut.

“Ditengah hujan itu, ya kedengaran jlengg… gitu. Sekitar pukul 1 atau 2. Warga taunya pagi kalau itu (runtuhnya dinding sayap pondasi jembatan, red) terjadi,” kata Ropiah pada sejumlah jurnalis, Rabu (04/11/2020).

Lebih lanjut ia mengakatakan bahwa, pada keesokan harinya pihak pemerintah Desa mendatangi jembatan tersebut. Dan melakukan pengecekan atas adanya peristiwa runtuhnya dinding sayap pondasi jembatan itu. “Pertama dari Pak Wo (kepala dusun, red), terus ada petugas yang datang,” ucapnya.

Ia menyebut bahwa bangunan jembatan itu tergolong masih baru. Lantaran jembatan itu dibangun pada dua tahun yang lalu. “Itu bangunan tahun 2018,” tukasnya.

Sementara itu, M. Imam selaku Kepala Dusun Puncanganom, Desa Pucangsimo, membenarkan adanya bangunan dinding sayap pondasi jembatan di Dusunya itu runtuh akibat diterjang aliran arus air sungai, pada Senin dini hari. “Minggu malam, karena derasnya air sungai,” tegasnya.

Selain itu, ia mengatakan bahwa kondisi tanggul sepanjang 5 sampai 10 meter di sekitar sungai memang kondisinya memprihatinkan, lantaran adanya aktivitas pembangunan tol. “Disekitaran tol itu, kondisi tanggul itu sudah gak kondusif. Seperti efek dulu pemasangan tian pancang tol, karena banyak yang rontok,” katanya.

Saat ditanya apakah kondisi ini menghawatirkan warga Desa. Ia mengaku khawatir dengan adanya peristiwa runtuhnya, dinding sayap pondasi jembatan. Meningat jembatan itu, merupakan akses kendaraan roda empat, yang menghubungkan dua Desa. “Ya khawatir juga mas,” paparnya.

Disinggung langkah apa yang sudah dilakukan pihak Desa dengan adanya peristiwa tersebut. Ia mengaku sudah berkordinasi dengan pihak dinas terkait. “Sudah dilaporkan ke Jombang (Dinas PUPR Jombang, red), kemarin pagi sudah ada survey dari Jombang. Ini masih menunggu proses,”pungkasnya.(pras/w2)

Tinggalkan Balasan