ketiga calon kepala drsa antr waktu kepuh kembeng (istimewa)
JOMBANG, WacanaNews.co.id– Semangat demokrasi menyelimuti Balai Desa Kepuhkembeng, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang, saat digelarnya Musyawarah Desa (Musdes) Pemilihan Kepala Desa Antar Waktu (PAW). Proses suksesi kepemimpinan desa ini berjalan dengan sangat tertib, aman, dan transparan.Pada Minggu (10 /04/2026) pukul 10 00 wib .
Pemilihan ini menghadirkan tiga putra terbaik desa yang memperebutkan kursi kepemimpinan, yakni Subarno, Suherman, dan Anis Prasetyo Ari.
Sebelum pemungutan suara dimulai, ketiganya diberikan kesempatan untuk memaparkan visi dan misi besar mereka demi kemajuan Kepuhkembeng di hadapan para peserta musyawarah yang memiliki hak pilih.
Acara dibuka dengan khidmat, dimulai dengan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan doa bersama. Turut hadir memantau jalannya acara adalah jajaran Forkopimcam Peterongan (Camat, Kapolsek, dan Danramil), tokoh agama, tokoh masyarakat, serta pengurus BPD.
Setelah proses pemungutan suara yang dikawal ketat oleh aparat keamanan, panitia langsung melakukan penghitungan suara secara terbuka. Berikut adalah rincian perolehan suara ketiga kandidat:
Subarno (Nomor Urut 1): 36 Suara
Suherman (Nomor Urut 2):22 Suara
Anis Prasetyo Ari (Nomor Urut 3): 69 Suara
Dengan perolehan tersebut, Anis Prasetyo Ari resmi ditetapkan sebagai Kepala Desa PAW terpilih Desa Kepuhkembeng setelah unggul signifikan dari dua rivalnya.
Suasana haru pecah saat hasil akhir diumumkan. Anis Prasetyo Ari, dalam sambutan perdananya sebagai Kades terpilih, menekankan bahwa hasil ini adalah kemenangan seluruh warga, bukan kemenangan pribadi.
“Saya sangat bersyukur atas amanah ini. Kini saatnya kita menanggalkan perbedaan pilihan dan kembali bersatu. Mari bersama-sama bergotong-royong membangun Desa Kepuhkembeng agar lebih maju dan sejahtera ke depannya,” tegas Anis.
Camat Peterongan bersama Kapolsek dan Danramil mengapresiasi kedewasaan politik masyarakat Kepuhkembeng. Mereka berharap kepemimpinan yang baru dapat membawa perubahan positif dan tetap menjaga stabilitas keamanan serta kerukunan di tingkat desa.
Keberhasilan Musdes ini menjadi bukti nyata bahwa demokrasi di tingkat akar rumput dapat berjalan indah apabila dilandasi dengan semangat kekeluargaan dan ketaatan pada aturan yang berlaku. (vvn/dcky)