Aneh, PT SGI merugi satu juta dolar, Namun Tetap Berkomitmen pada Operasi dan Pembangunan

Ende, Wacananews.co.id —anehnya meskipun Perusahan saat ini tengah menghadapi kerugian operasional yang mencapai satu juta dolar AS, PT Sokoria Geotermal Indonesia (SGI) tetap menyatakan komitmennya untuk menjalankan operasional dan memenuhi kewajiban finansialnya di wilayah operasional Mutubusa 1.

Manager PT SGI, Muiz, mengungkapkan bahwa kondisi keuangan perusahaan saat ini memang masih berada di zona merah.

“Kami mengoperasikan ini rugi juta dolar rugi.

Tapi kita tetap berkomitmen karena ini bisnis ya tetap sampai harus selesai,” ujarnya dalam sebuah pertemuan baru-baru ini.

Ia juga menegaskan bahwa kontrak operasional perusahaan dijadwalkan akan tetap berlangsung hingga tahun 2030.

Kontribusi Pendapatan Daerah Meski dalam kondisi merugi, PT SGI tetap menyetorkan kewajiban finansial yang menjadi sumber pendapatan bagi daerah maupun negara.

Muiz merinci bahwa bonus produksi yang diberikan mencapai sekitar Rp800 juta per tahun. Selain itu, terdapat iuran tetap sebesar Rp175.000 dolar sehingga total kontribusi tahunan dari perusahaan diperkirakan mencapai angka Rp4 miliar hingga Rp5 miliar.

Perbaikan Infrastruktur Jalan

Menanggapi keluhan terkait kerusakan infrastruktur jalan di sekitar wilayah operasional, pihak SGI menjelaskan bahwa perusahaan telah melakukan upaya perbaikan secara berkala.

Pada tahun 2023, perusahaan telah menggelontorkan dana sekitar Rp2,5 hingga Rp2,7 miliar untuk perbaikan jalan.

Namun, Muiz mencatat bahwa kendala utama di lapangan adalah belum tersedianya sistem drainase yang memadai, sehingga jalan yang diperbaiki rentan mengalami kerusakan kembali.

Sebagai bentuk tanggung jawab berkelanjutan, PT SGI berencana mengalokasikan kembali dana sebesar Rp1,5 miliar pada tahun ini khusus untuk perbaikan jalan tersebut.

Komitmen ini diambil sebagai bagian dari upaya perusahaan untuk tetap menjaga hubungan baik dengan pemerintah daerah dan masyarakat, sembari terus melakukan penelitian lebih lanjut terkait potensi hasil produksi di bawah tanah untuk masa depan proyek.

Hal ini menuai sorotan kontra oleh sejumlah Anggota DPRD Ende, dalam rapat Badan Anggaran DPRD Ende bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah yang dihadiri Manager PT SGI Mutubusa Kamis, (25/06/26) salah satunya Iwan Kila yang juga merupakan Putra Sokoria wilayah terdampak, dengan nada keras dan mimik Wajah memerah, tangan gemetar ia mengatakan janji pembangunan jalan dari tahun ke tahun- tahun oleh PT SGI dihadapan DPRD, Mosalaki maupun dengan masyarakat terdampak di ruang sidang DPRD Ende kurang lebih 7 kali tidak pernah direalisasi.

Oleh Karenanya Iwan Kila meminta komitmen nyata dari PT Sokoria Geothermal Indonesia (PT SGI) terkait perbaikan infrastruktur jalan di wilayah terdampak eksploitasi panas bumi.

Tidak hanya PT SGI Ia juga menyentil Pemda Ende turut bertanggungjawab atas kerusakan jalan, yang musti segera diperbaiki.

“Persoalan ini mencuat setelah masyarakat mengeluhkan kondisi jalan sepanjang kurang lebih 18 hingga 19 kilometer yang mengalami kerusakan parah.

Kerusakan tersebut bahkan memaksa warga dan karyawan perusahaan untuk mencari jalur alternatif yang jauh lebih memutar melalui Moni, Jopu, hingga Wolojita demi menghindari jalur Saga-Sokoria yang sudah tidak layak dilalui”. Tutur Iwan Kila.

Dalam diskusi tersebut, terungkap bahwa terdapat sekitar 12 hingga 13 titik rawan yang menjadi tanggung jawab penuh PT SGI untuk diperbaiki.

“Setelah rusak jalur dari Saga ke Sokoria tidak dilalui lagi, sekarang putar dari Moni, Jopu, Wolojita baru ke Sokoria. Ini adalah kejahatan”. Iwan Kila.

Perusahaan dilaporkan telah menyiapkan anggaran sebesar Rp1,5 miliar untuk menangani titik-titik kerusakan tersebut

“Jangan sampai hal ini hanya disampaikan sebagai formalitas di dalam rapat, sementara pelaksanaan di lapangan tidak terealisasi,” ujar Iwan Kila, dalam rekaman tersebut, mengingatkan bahwa memasuki bulan Oktober dan November, curah hujan di wilayah Flores akan meningkat dan dapat menghambat proses pengerjaan.

Selain masalah infrastruktur, DPRD juga menyoroti beberapa poin penting lainnya:
Pengembangan Kapasitas: PT SGI yang saat ini beroperasi dengan kapasitas 8 MW tengah melakukan pengeboran untuk pengembangan sumber baru sebesar 11 MW, dengan target total mencapai 19 MW.

Dampak Lingkungan (AMDAL):

Seiring dengan rencana perluasan area sumur, muncul kekhawatiran terkait potensi pencemaran air, tanah, serta penurunan hasil komoditas pertanian masyarakat. DPRD meminta kejelasan mengenai izin AMDAL dan pengolahan limbah (IPAL) untuk area pengembangan baru.

Beasiswa pendidikan bagi putera-putri masyarakat terdampak

Iwan Kila Mendorong PT SGI memberi beasiswa Pendidikan Tinggi bagi putera-Putri Sokoria-Kurulimbu di jurusan yang berkaitan dengan keahlian dalam produksi Panas Bumi seperti, Teknik geotermal/teknik terbarukan, teknik perminyakan, teknik Geofisika dan teknik geologi dan masih banyak lainnya.

Transparansi dan Akuntabilitas:

Lembaga legislatif mendorong adanya keterbukaan informasi publik terkait kebijakan dan anggaran agar tidak menimbulkan kecurigaan di tengah masyarakat, terutama yang aktif menyuarakan keluhan di media sosial.(ykb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *