Balai POM Ende Perketat Pengawasan, Pastikan Obat dan Pangan Aman untuk Masyarakat Flores

(istimewa)

ENDE, Wacana News.co.id – Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Ende terus memperkuat pengawasan terhadap berbagai produk yang beredar di pasaran. Langkah ini dilakukan demi melindungi kesehatan masyarakat di tiga wilayah kerja mereka, yaitu Kabupaten Ende, Nagekeo, dan Ngada.
Fokus pengawasan intensif lembaga ini mencakup berbagai komoditas, mulai dari obat-obatan, obat tradisional, kosmetik, suplemen kesehatan, pangan olahan, obat kuasi, hingga bahan obat. Di tengah meningkatnya peredaran produk di pasaran, Balai POM Ende hadir sebagai garda terdepan untuk memastikan seluruh produk yang dikonsumsi masyarakat aman, bermutu, dan layak edar.

Kepala Balai POM Ende, Eko Agus Budi Darmawan, menjelaskan bahwa sistem pengawasan dilakukan secara menyeluruh (full-spectrum), mulai dari sebelum produk diproduksi (pre-market), saat proses produksi berlangsung, hingga setelah produk beredar di pasaran (post-market).

“Pengawasan kami dilakukan melalui pemeriksaan atau sidak ke tempat produksi maupun distribusi. Jadi bukan hanya melihat produk di pasar, tetapi sejak awal proses produksi sudah diawasi,” ujar Eko.

Selain melakukan pengawasan fisik, Balai POM juga menjalankan proses sertifikasi sebagai bentuk pengakuan resmi bahwa suatu tempat produksi maupun distribusi telah memenuhi standar kelayakan dan keamanan.
Secara rutin, petugas juga melakukan pengambilan sampel produk untuk diuji di laboratorium guna memastikan kualitas aslinya. Tidak hanya produk fisik, pengawasan juga menyasar aspek komunikasi produk.
“Setelah dilakukan sampling, produk diuji dan diteliti. Kami juga melakukan pengawasan terhadap iklan dan label produk, baik di televisi, media online, surat kabar, maupun media lainnya,” tambah Eko.

Balai POM Ende menegaskan bahwa pendekatan yang mereka lakukan tidak semata-mata berfokus pada penindakan hukum, melainkan juga pada pembinaan dan edukasi. Pelaku UMKM lokal turut didampingi secara intensif agar mampu menghasilkan produk yang aman dan memenuhi standar nasional.

“Kami merangkul dan mencerdaskan masyarakat. UMKM kami dampingi, diberikan sosialisasi dan informasi. Tetapi kalau ada niat melakukan pelanggaran, tentu ada langkah penindakan hukum,” tegasnya.
Untuk menciptakan pengawasan yang efektif, BPOM tidak bekerja sendiri. Sinergi bersama Dinas Kesehatan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta berbagai pemangku kepentingan (stakeholder) terus diperkuat. Kolaborasi ini mencakup pengawasan sarana farmasi, pangan rumah tangga, hingga pendampingan UMKM potensial di wilayah Flores bagian tengah.

Selain itu, BPOM aktif masuk ke sekolah, desa, dan pasar melalui program pangan aman guna meningkatkan kesadaran masyarakat sejak dini mengenai pentingnya keamanan pangan. (ykb/pras)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *