Proyek KDKMP Tersendat, Della Bilytha Minta Pemkab Jombang Turun Gunung

Wakil Ketua DPRD Jombang dalam rapat Paripurna (istimewa)

JOMBANG, WacanaNews.co.id – Mandeknya pembangunan gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di puluhan titik di Kabupaten Jombang memancing reaksi keras dari kalangan legislatif. Hingga pengujung April ini, tercatat masih ada 70 desa/kelurahan yang sama sekali belum menyentuh pembangunan fisik gerai.
Kondisi ini memicu keprihatinan Wakil Ketua DPRD Jombang, Octadella Bilytha Permatasari. Politisi yang akrab disapa Della ini menegaskan bahwa Pemkab Jombang tidak boleh berpangku tangan melihat program strategis ini jalan di tempat.

Della mendesak pemerintah daerah untuk lebih proaktif dan langsung turun ke lapangan guna memetakan kendala yang dihadapi desa. Menurutnya, KDKMP bukan sekadar bangunan fisik, melainkan urat nadi ekonomi warga.”Kami mendorong Pemkab turun bersama mempercepat pembangunan gerai KDKMP. Ini program bagus untuk menjaga ketersediaan pangan dan menyediakan kebutuhan pokok dengan harga murah bagi masyarakat,” tegas Della, Kamis (23/4).

Ia menambahkan bahwa kunci dari masalah ini adalah sinergi. Tanpa kolaborasi lintas sektor yang kuat, manfaat ekonomi dari program ini hanya akan menjadi angan-angan yang tertunda

Meski secara administrasi kelembagaan sudah rampung, realita di lapangan menunjukkan ketimpangan yang cukup mencolok. Sekretaris Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Jombang, Gatot Wijaya, membeberkan rincian capaian pembangunan gerai saat ini:

Hingga saat ini, tercatat sebanyak 120 gerai telah selesai 100 persen. Sementara itu, sebanyak 116 desa lainnya masih berada dalam proses pengerjaan fisik, dan masih terdapat 70 desa yang belum memulai pembangunan sama sekali. Secara keseluruhan, total KDKMP yang telah terbentuk di Kabupaten Jombang mencapai 306 unit.

“Secara kelembagaan, 306 KDKMP sebenarnya sudah terbentuk semua. Namun memang progres fisiknya belum merata,” ungkap Gatot.

Kini, bola panas ada di tangan Pemkab Jombang untuk membuktikan komitmennya dalam mempercepat sisa pembangunan yang ada, agar 70 desa yang masih “merah” bisa segera mengejar ketertinggalan.(dcky/pras)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *