PERISTIWA

63 Paskibraka NTT Tunjukkan Kesempurnaan di Bumi Pancasila, Siap Menjadi Duta Ideologi Bangsa di Era Digital

ENDE, WacanaNews.co.id — Semangat Pancasila terus menyala dari Kota Ende, tempat lahirnya gagasan besar yang mempersatukan Indonesia.

Pada peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026 tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur, sebanyak 63 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tampil memukau dan sukses menjalankan tugas pengibaran maupun penurunan Sang Merah Putih dengan penuh disiplin, keteguhan, dan semangat nasionalisme.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi NTT, Noldi Fausea Pelokila, memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh anggota Paskibraka yang dinilainya telah menunjukkan kualitas terbaik sebagai generasi muda penerus bangsa.

“Pasukan 63 orang ini benar-benar melaksanakan tugas secara sempurna. Baik saat pengibaran maupun penurunan bendera, semuanya berjalan sangat baik. Mereka menunjukkan bahwa generasi muda NTT adalah generasi yang hebat dan siap menjadi penjaga nilai-nilai Pancasila,” ujarnya.

Menurut Noldi, para anggota Paskibraka yang bertugas merupakan gabungan Paskibraka tingkat Provinsi NTT sebanyak 36 orang dan tingkat Kabupaten Ende sebanyak 27 orang.

Meskipun sebagian besar telah menyelesaikan tugas mereka sebagai Paskibraka pada tahun sebelumnya, semangat pengabdian mereka tetap terjaga.

Sejak 25 Mei 2026, seluruh anggota menjalani pelatihan intensif demi memastikan pelaksanaan upacara berjalan sempurna. Hasilnya, tidak satu pun anggota mengalami kendala kesehatan selama rangkaian kegiatan berlangsung.

“Puji Tuhan semuanya dalam kondisi sehat. Tidak ada yang pingsan ataupun mengalami gangguan kesehatan. Mereka mendapatkan pendampingan yang baik, mulai dari pola makan hingga latihan fisik yang dibimbing oleh para purna Paskibraka yang kini menjadi anggota Polri dan berbagai institusi lainnya,” jelasnya.

Mayoritas anggota yang bertugas saat ini merupakan siswa kelas dua SMA yang akan naik ke kelas tiga. Mereka dipilih melalui proses seleksi ketat dengan mempertimbangkan kesiapan akademik serta izin dari sekolah masing-masing.

Lebih jauh, Noldi menegaskan bahwa para Paskibraka tidak hanya dipersiapkan sebagai petugas upacara, tetapi juga sebagai agen perubahan dan penggerak nilai-nilai Pancasila di tengah masyarakat.

Ke depan, mereka akan menjadi bagian dari organisasi purna Paskibraka dan diproyeksikan sebagai narasumber, fasilitator, sekaligus duta-duta Pancasila yang akan menyebarkan semangat persatuan, toleransi, dan nasionalisme di lingkungan masing-masing.

“Ilmu yang mereka peroleh tidak boleh berhenti di lapangan upacara. Mereka harus menjadi contoh dan inspirasi bagi generasi muda lainnya. Mereka adalah duta-duta Pancasila yang akan menjaga ideologi bangsa di tengah berbagai tantangan zaman,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Noldi juga memperkenalkan konsep “Generasi Digital Pancasila”, sebuah gagasan yang menempatkan generasi muda sebagai pelopor pemanfaatan teknologi dan informasi untuk kemajuan diri serta bangsa.

Menurutnya, era digital menghadirkan dua pilihan bagi generasi muda: memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kapasitas diri atau justru terjebak dalam arus informasi yang menyesatkan.

“Saya berharap anak-anak muda NTT menjadi Generasi Digital Pancasila. Generasi yang cerdas bermedia, mampu memanfaatkan perkembangan teknologi untuk belajar, meningkatkan kompetensi, dan bersaing dalam dunia kerja.

Itulah wajah generasi Pancasila masa depan,” katanya. Noldi juga mengungkapkan kebanggaannya dapat memperingati Hari Lahir Pancasila di Kota Ende, daerah yang memiliki sejarah penting dalam perjalanan bangsa Indonesia.

Menurutnya, nilai-nilai Pancasila sesungguhnya lahir dari kehidupan masyarakat NTT yang majemuk namun tetap hidup dalam persaudaraan dan persatuan.

“Di Ende, Bung Karno menemukan kenyataan bahwa masyarakat yang berbeda suku, agama, bahasa, dan latar belakang mampu hidup rukun dalam satu kebersamaan. Nilai-nilai itulah yang kemudian mengkristal menjadi Pancasila,” ujarnya.

Karena itu, peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk menghidupkan kembali nilai-nilai luhur yang telah diwariskan para pendiri bangsa.

Ia menilai kolaborasi antara Pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Kabupaten Ende dalam seluruh rangkaian kegiatan peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini telah berjalan sangat baik dan menjadi contoh sinergi dalam menjaga identitas Ende sebagai Bumi Pancasila.

“Kita ingin memastikan bahwa Ende tetap menjadi rumah besar Pancasila. Perayaan ini bukan hanya untuk mengenang sejarah, tetapi untuk memperkuat komitmen kita bersama dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Mengakhiri keterangannya, Noldi mengajak seluruh masyarakat NTT, khususnya generasi muda, untuk terus menjaga semangat persatuan dan menjadikan Pancasila sebagai pedoman hidup dalam menghadapi tantangan zaman.

“Sudah waktunya kita kembali memperkuat nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Dari Ende, semangat itu harus terus menyala untuk Indonesia,” pungkasnya. (yjb/jal)

Tags: 1 juni NTT Paskibraka NTT