Pembangunan Plengsengan di Sungai Wangi: Warga Ngembe Berdemo Saat Pembersihan
Berita, WacanaNews.co.id — Pembangunan plengsengan di area Sungai Wangi, Desa Wangi, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, menjadi sorotan utama dalam kegiatan rutin pembersihan dan gotong royong. Proyek ini bertujuan untuk mencegah erosi dan banjir di sekitar Sungai Wangi, yang sering kali mengancam pemukiman warga.
Pembangunan Plengsengan untuk Mencegah Erosi
Perusahaan-perusahaan di sekitar Sungai Wangi, sebagai bagian dari tanggung jawab sosial mereka, melakukan pembangunan plengsengan. Selain itu, proyek ini diharapkan dapat memperkuat tebing sungai dan mencegah longsor yang dapat merusak lingkungan sekitar. Lebih lanjut, perwakilan perusahaan menyatakan, “Kami berharap pembangunan ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi warga dan lingkungan.”
Warga Ngembe Berdemo Saat Kegiatan Rutin Pembersihan
Namun, kegiatan ini tidak lepas dari protes warga Desa Ngembe, yang berjarak sekitar 7 km dari area perusahaan. Mereka menggelar aksi demo saat kegiatan pembersihan berlangsung, mengkhawatirkan potensi pencemaran lingkungan akibat pembuangan limbah cair oleh perusahaan makanan di sekitar Sungai Wangi. “Kami mendukung pembangunan, tetapi kami juga ingin memastikan tidak ada pencemaran lingkungan,” ujar salah satu warga yang ikut berdemo.
Pembangunan Plengsengan dan Partisipasi Warga
Pihak perusahaan menyatakan bahwa mereka akan segera mengadakan pertemuan dengan perwakilan warga untuk membahas keluhan dan mencari solusi bersama. “Kami berkomitmen untuk melibatkan warga dalam setiap proses pembangunan di desa ini,” tegas perwakilan perusahaan. Pembangunan plengsengan ini diharapkan dapat berjalan lancar dengan dukungan penuh dari masyarakat.
Warga Ngembe Berdemo Saat Kegiatan Rutin Pembersihan Sungai
Sementara itu, kegiatan pembersihan sungai tetap berlangsung dengan partisipasi dari berbagai elemen masyarakat, termasuk aparat desa, Babinsa, dan Babinkamtibmas. Mereka bersama-sama membersihkan sampah dan material lain yang dapat menghambat aliran sungai. Aksi gotong royong ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran warga akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan mencegah bencana alam seperti banjir.
Namun, perlu penekanan bahwa dari 16 perusahaan yang menerima izin untuk menutup saluran pembuangan limbah, hanya 3 perusahaan yang benar-benar melakukannya. Hal ini membuat warga merasa tidak puas karena tindakan tersebut tidak sesuai dengan aturan.
Penting bagi kita untuk terus mengikuti perkembangan terbaru dan tetap kritis dalam menyikapi setiap informasi yang ada. Dengan begitu, kita dapat menjadi masyarakat yang lebih cerdas dan bijak dalam mengambil keputusan. Dengan demikian, kita dapat melihat betapa pentingnya peran serta masyarakat dalam mendukung setiap kebijakan yang ada. Mari kita terus berkontribusi positif demi kemajuan bersama.
(ifa/jal)