Tinjau Mata Air Watukamba, Dirut PDAM bawa serta Aspirasi Pelanggan

pdam ende
PDAM Ende bersama Tim Pusat dan Propinsi tinjau mata air Perumda di Kecamatan Maurole, desa Watukamba. (istimewa)

ENDE, WacanaNews.co.id — Direktur PDAM Ende bersama Tim Pusat dan Propinsi tinjau mata air Perumda di Kecamatan Maurole, desa Watukamba.

Perjalanan jauh dari kota Ende menuju lokasi dengan Jarak tempuh 85 km menunjukan konsistensi kerja keras Perumda Tirta Kelimutu memastikan pelayanan terjangkau ke Masyarakat serta sehatnya PAM Maurole.

Di dampingi salah satu karyawan dan kepala PAM Maurole, Tim Menyusuri jalan melewati genangan air, bebatuan, perkebunan dan bukit tinggi yang cukup membutuhkan adrenali ke pusat mata air.

Direktur PDAM, Heribertus Gani mengatakan debet air melimpah ruah semestinya dapat melayani seribu lebih pelanggan, namun sayang pelanggan aktif di Kecamatan Maurole saat ini berkisar dua ratusan lebih, sebelumnya jika digabungkan dengan pelanggan non aktif mencapai empat ratusan.

Selekas dari Mata Air, Tim Peninjau menemui masyarakat dusun Aepetu, desa Watukamba mendengar keluhan dan aspirasi masyarakat.

Pantauan media ini, beberapa Masyarakat menyampaikan aspirasi untuk dapat kembali menikmati air bersih yang sebelum diputus oleh PAM Maurole.

Sebagai Direktur PDAM Ende, Heri Gani menjanjikan akan menghimpun data dan menyelesaikan persoalan berdasarkan instrumen hukum yang berlaku serta pertimbangan matang agar Masyarakat dusun Aepetu menikmati kembali Air PAM Maurole.

“Bapa, Mama serta sanak saudara sekalian, saya akan menguraikan masalah pokoknya, dengan menghimpun data dan menghitung sebaik-baiknya, lalu berdiskusi dengan Bupati Ende agar mendapat perhatian bersama. Yang pentingnya, masyarakat disini dapat menikmati hak dasar air minum ini”. Janji Heri Gani.

Beberapa tokoh desa Watukamba diantaranya, Elias, Yani, Frumen, Ferdin, Eni dengan dukungan penuh masyarakat membeberkan keluhan; Kira-kira sejak tahun 2013 dihentikan bahkan selanjutnya PAM Maurole memutuskan aliran air menyebabkan sebagian masyarakat membeli air PAM di dusun tetangga, konsumsi air hujan, air sumur yang asin, akibatnya banyak yang diare dan sakit-sakit, juga tunggakan utang terlampau tinggi ada yang mencapai delapan juta, bahkan belasan juta.

Adapun usulan untuk kembali mengaktifkan aliran air PAM, perbaiki instalasi perpipaan, memastikan kebersihan air, memastikan meteran pipa berjalan normal, jika pelanggan menunggak lebih dari tiga bulan di hentikan sementara agar tidak terjadi tunggakan yang meroket, kelonggaran biaya air karena mata air berada di wilayah desa Watukamba.

Direktur PDAM Ende, Heribertus Ganipun memaparkan program kerjanya yang disepakati bersama Pemda Ende yakni relaksasi.

Dialog interaktif Dirut PDAM Ende bersama masyarakat dusun Aepetu memperoleh kesepakatan untuk dipertimbangkan secara Arif dan bijaksana penyesuaian berdasarkan aturan dan memenuhi hak dasar masyarakat itu. (yms/pras)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *