PERISTIWA

Safari Ramadhan di Desa Sumberagung, KH Rohmatul Akbar Tekankan Pentingnya Silaturahmi dengan Alim Ulama

JOMBANG, WacanaNews.co.id — Ratusan jamaah yang terdiri dari pengurus Nahdlatul Ulama, tokoh masyarakat, hingga warga Nahdliyin dari berbagai pelosok desa berkumpul dalam agenda rutin Safari Ramadan yang diselenggarakan oleh Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) peterongan yang bertempat di masjid Sabilul Muttaqin Dsn Banjar Anyar Desa Sumberagung, pada Kamis (12/3/2026).

Kegiatan ini bukan sekadar seremoni pengisi bulan suci, melainkan menjadi oase spiritual sekaligus momentum penguatan ideologi Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah di tingkat akar rumput.

Ulama sebagai Penjaga Kompas Moral
Hadir sebagai penceramah utama, KH Rohmatul Akbar atau yang akrab disapa Gus Bang memberikan tausiyah yang cukup menggetarkan hati jamaah. Dalam balutan suasana Ramadan yang sejuk, Gus Bang menekankan bahwa kekuatan bangsa, khususnya warga NU, terletak pada eratnya hubungan antara umat dengan para alim ulama.

“Ramadan ini adalah momentum emas untuk menjahit kembali tali silaturahim dengan para ulama. Mengapa? Karena dari merekalah sanad keilmuan dan akhlak kita bersambung. Tanpa bimbingan ulama, kita akan kehilangan kompas moral dalam menghadapi hiruk-pikuk sosial saat ini,” tutur Gus Bang dengan gaya bicaranya yang lugas namun teduh.

Beliau menambahkan bahwa menjaga kedekatan dengan kiai dan tokoh masyarakat bukan sekadar tradisi, melainkan kebutuhan agar nilai-nilai kejujuran dan tanggung jawab tetap mendarah daging dalam setiap langkah kehidupan warga.

Sentilan Keras untuk Pemegang Amanah
Tak hanya bicara soal kesalehan individu, Gus Bang juga menyoroti aspek kesalehan sosial, terutama bagi mereka yang sedang mengemban jabatan publik. Di hadapan sejumlah tokoh dan perangkat desa yang hadir, beliau memberikan peringatan keras terkait bahaya penyalahgunaan kekuasaan.
“Jabatan itu amanah, bukan ghanimah (harta rampasan). Jangan sampai kursi kekuasaan justru membuat seseorang menjadi zalim dan terjerumus dalam kubangan korupsi,” tegasnya.

Menurut Gus Bang, setiap kebijakan yang diambil oleh seorang pemimpin harus bermuara pada kemaslahatan umat (tasharruful imam ‘alar ra’iyyah manuthun bil mashlahah). Kekuasaan yang tidak dibarengi dengan rasa takut kepada Allah SWT hanya akan mendatangkan kerugian, baik di dunia maupun di akhirat kelak.

Memperkuat Ukhuwah di Akar Rumput
Sementara itu, jajaran pengurus MWC NU Peterongan menyatakan bahwa Safari Ramadan ini merupakan agenda strategis untuk menyapa jamaah secara langsung. Selain pengajian, acara ini menjadi ajang konsolidasi organisasi guna memastikan program-program keumatan NU tetap berjalan selaras dengan kebutuhan warga desa.

“Kami ingin memastikan bahwa kehadiran NU dirasakan manfaatnya secara nyata. Melalui Safari Ramadan, kita perkuat ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah Nahdliyah agar warga tidak mudah terombang-ambing oleh paham-paham yang jauh dari prinsip tawassuth (moderat),” ujar salah satu pengurus MWC NU di sela-sela acara.

Acara  tersebut ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa dan keberkahan bagi Kabupaten Jombang sebagai Kota Santri. Melalui kegiatan ini, NU Peterongan kembali menegaskan perannya sebagai penjaga tradisi keilmuan sekaligus pengawal moralitas sosial di tengah masyarakat. (vvn/jal)

Tags: KH Rohmatul Akbar MWC NU Peterongan MWCNU Peterongan