Ende, Wacananews.co.id – Yoseph Apolonaris Dosi Woda merupakan putra terbaik Ende dipercaya memimpin pelayanan dinas Pencatatan dan kependudukan (Dukcapil) Ende mudah diakses, cepat, transparan, inklusif.
Hasil seleksi menunjukan kemampuan Yoseph Apolonaris Dosi Woda mendapat urutan pertama. Bukan cuman kali ini, tetapi sejak beberapa kali seleksi ia mendapat rengking pertama, namun baru kali ini diangkat sebagai kepala dinas.
Pelantikan ini merupakan sikap profesional Bupati Ende dalam mengangkat jabatan pimpinan tertinggi pada Dinas kependudukan dan pencatatan sipil kabupaten Ende melalui SK menteri dalam negeri nomor 800 13.3-1119 tahun 2026.
Pada sambutannya. Bupati Ende menerangkan Pelantikan kali ini merupakan pelaksanaan kewenangan kepala daerah dalam pembinaan manajemen Aparatur Sipil Negara yang dilaksanakan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan, dengan berpedoman pada prinsip sistem merit, objektivitas, profesionalitas, kompetensi, kualifikasi, integritas, dan kebutuhan organisasi.
“Oleh karena itu, pelantikan ini tidak dimaknai sebagai sekadar pengisian jabatan, melainkan sebagai bagian dari proses penguatan kapasitas kelembagaan” terang Bupati Yosef Benediktus Badeoda.
Meskipun Bupati percaya Kualitas Yoseph , ia tetap berharap tidak boleh ada warga kehilangan hak karena terkendala memperoleh dokumen kependudukan.
“Oleh karena itu, saya berharap Saudara mampu memastikan terselenggaranya pelayanan administrasi kependudukan yang mudah diakses, cepat, tepat, transparan, inklusif, dan memberikan kepastian hukum kepada setiap masyarakat Kabupaten Ende. Tidak boleh ada warga yang kehilangan haknya hanya karena terkendala memperoleh dokumen kependudukan”.
- Usai dilantik, Yoseph Apolonaris Dosi Woda menyatakan komitmennya untuk memastikan urusan administrasi kependudukan di wilayah tersebut berjalan tertib, aman, lancar, dan terpercaya.
Dalam keterangannya, Kadis Dukcapil Ende baru menekankan pentingnya pendekatan pelayanan agar tidak hanya terpusat di kantor kabupaten.
Langkah ini diambil guna menjawab harapan masyarakat akan pelayanan yang murah, cepat, dan tanpa antrean.
Salah satu strategi utamanya adalah memberikan pelayanan berbasis desa dan kecamatan untuk menghindari biaya tinggi (high cost) yang selama ini harus dikeluarkan masyarakat desa saat mengurus dokumen ke kota.
“Kita bisa manfaatkan lagi mobil pelayanan keliling Gerugiwa itu untuk menjangkau desa bahkan kecamatan,” ungkapnya terkait upaya jemput bola tersebut.
Selain pelayanan fisik, fokus utama lainnya adalah percepatan digitalisasi administrasi kependudukan.
Mengingat capaian KTP digital atau Identitas Kependudukan Digital (IKD) di Kabupaten Ende saat ini masih tergolong rendah, pihak dinas akan memulai langkah digitalisasi ini dari lingkup Aparatur Sipil Negara (ASN) terlebih dahulu.
Program jemput bola juga akan menyasar sekolah-sekolah menengah (SMA) bagi siswa yang memasuki usia wajib KTP.
Tidak hanya itu, Dinas Dukcapil Ende berencana menjalin kerja sama erat dengan berbagai lembaga, seperti:
Rumah Sakit: Penempatan petugas untuk pengurusan langsung akta kelahiran dan kematian.
Lembaga Keagamaan: Penyerahan akta nikah secara langsung tepat setelah prosesi pemberkatan nikah di gereja atau akad nikah di masjid selesai dilakukan.
Kadis Dukcapil Ende menyatakan akan segera membenahi fasilitas dan mekanisme pelayanan internal guna mendukung visi Bupati dalam memberikan pelayanan publik yang prima bagi seluruh masyarakat Kabupaten Ende. (Yakobus Madya Sui)






