Kondisi Pasar di Pulau Ende yang mangkrak. (wacananews.co.id/ykb)
ENDE, WacanaNews.co.id – Di tengah harapan masyarakat Pulau Ende untuk memiliki pusat ekonomi yang mampu menggerakkan perdagangan lokal, kondisi Pasar Pulau Ende justru memprihatinkan.
Bangunan yang dibangun menggunakan anggaran negara itu hingga kini masih terbengkalai dan belum difungsikan, memunculkan kritik keras dari warga terhadap minimnya perhatian Pemerintah Kabupaten Ende dan DPRD Ende.
Pantauan media ini menunjukkan pasar tersebut nyaris tanpa aktivitas. Deretan lapak yang dibangun untuk para pedagang tampak kosong melompong, sementara lingkungan pasar terlihat kurang terawat.
Ironisnya, kawasan yang seharusnya menjadi pusat transaksi ekonomi masyarakat itu kini lebih sering menjadi tempat berkeliarannya hewan ternak dibanding aktivitas perdagangan.
Kondisi tersebut dinilai sebagai gambaran nyata belum optimalnya perhatian pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat Pulau Ende.
Padahal, pasar tersebut digadang-gadang menjadi salah satu fasilitas strategis yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan warga di wilayah kepulauan.
Masyarakat mengaku kecewa karena berbagai pembahasan dan janji mengenai pemanfaatan pasar selama ini belum berujung pada tindakan nyata. Bangunan yang seharusnya menjadi simbol kemajuan ekonomi masyarakat kini justru menjadi simbol ketidakpastian kebijakan.
“Pasar ini dibangun untuk kepentingan masyarakat. Kami berharap pemerintah dan DPRD tidak hanya membahasnya, tetapi segera mengambil langkah nyata agar pasar ini bisa dimanfaatkan,” tegas Samsul, salah seorang warga Pulau Ende.
Menurut warga, keberadaan pasar yang aktif akan memberikan dampak besar bagi perekonomian masyarakat.
Selain membuka ruang usaha bagi para pedagang lokal, pasar juga dapat mempermudah distribusi barang kebutuhan pokok dan mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap pasokan dari luar pulau.
Masyarakat menilai pemerintah daerah dan DPRD tidak boleh membiarkan aset publik yang dibangun dengan uang rakyat terus terbengkalai tanpa kepastian.
Mereka mendesak agar segera dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap kendala yang menyebabkan pasar belum beroperasi, sekaligus menetapkan langkah konkret untuk menghidupkan kembali fungsi pasar tersebut.
Lebih jauh, warga menegaskan bahwa pembangunan tidak cukup hanya menghadirkan bangunan fisik. Keberhasilan pembangunan harus diukur dari sejauh mana fasilitas tersebut mampu dimanfaatkan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Tanpa pengelolaan yang jelas, Pasar Pulau Ende hanya akan menjadi monumen kegagalan perencanaan yang menghabiskan anggaran tanpa menghasilkan dampak ekonomi bagi rakyat.
Hingga kini, Pasar Pulau Ende masih berdiri sunyi tanpa aktivitas berarti. Sementara itu, masyarakat terus menunggu bukti keberpihakan pemerintah dan DPRD Kabupaten Ende melalui langkah nyata untuk menghidupkan kembali pasar yang selama ini menjadi harapan warga Pulau Ende. (yakobus/pras)