Ketua Umum P3IS Djafar Ahmad Salurkan Bantuan Bagi Warga Terdampak Gempa Di Ende

p3is
Ketua P3IS Djafar Ahmad menyalurkan bantuan kepada warga terdampak gempa Flores di Ende NTT.

ENDE, WacanaNews.co.id — Ketua Umum Perkumpulan Pensiunan Pelabuhan Indonesia Sejahtera ( P3IS) Djafar Ahmad menyalurkan bantuan kepada warga terdampak gempa Flores di Ende NTT.

Bantuan berupa sembako tersebut merupakan solidaritas dari para purnabakti Pelindo se Indonesia.

Meski bergerak di tengah keterbatasan, aksi gotong royong ini berhasil mengumpulkan bantuan untuk tahap pertama, Total bantuan yang terhimpun mencakup lebih dari 200 paket logistik siap edar.

“Walaupun dengan keterbatasan yang ada, empati teman-teman dari Sabang sampai Merauke luar biasa. Walaupun yang dilihat nilai materiilnya mungkin tidak seberapa, tapi nilai empati dan kebersamaan itulah yang paling utama,” ungkapnya.

Mereka walaupun dengan keterbatasan begitu mendengar itu bencana Flores, khususnya Ende. Karena ketua umum ada di Ende, mereka bergotong-royong mengumpulkan dana, pakaian, dan sebagainya. Akhirnya, terkumpul dana itu, “lanjutnya

Diungkapkan nya bantuan tersebut akan disalurkan kepada warga terdampak terlebih kusus petani dan nelayan.

“mereka berempati kepada masyarakat setempat, terutama nelayan, dan petani, khusus petani ubi nobusu, di desa ndetundora, ” Ujarnya

Ia menegaskan bantuan solidaritas untuk warga terdampak di kabupaten Ende akan terus berlangsung.

“Kata mereka ini tahap pertama, nanti ada tahap ke duanya, ” Ujarnya

Ia berharap bantuan tersebut dapat membantu masyarakat terdampak di tengah menghadapi bencana gempa bumi.

Diketahui sepekan sebelumnya Mantan Bupati Ende Djafar Ahmad juga penyaluran ribuan paket sembako dari PT Jababeka & CAM untuk warga di Kabupaten Ende.

“Selama kita masih bantu kita akan lakukan. Saya cinta Ende dan saya berdoa semoga badai ini berlalu dan situasi segera pulih,”tuturnya.

Pantauan ekorantt pada sabtu 5 September 2026 Djafar Ahmad menyalurkan bantuan sembako sebanyak 100 paket kepada para nelayan di sepanjang pesisir pantai.

Maulud karim warga keluarahan paupanda yang merupakan seorang nelayan mengaku bangga dan apresiasi kepada P3IS atas kepedulian nya

Menurutnya bantuan tersebut sangat bermanfaat bagi dirinya bersama keluarga

“Terimakasih banyak kepada P3IS atas kepedulian kepada kami masyarakat nelayan di paupanda Ende, kami tidak melihat banyak sedikit nya tapi karena hati yang peduli dengan kami, ” Ungkapnya

Dijelaskan Maulud, gempa tersebut tidak hanya mengancam bangunan rumah namun juga mengancam perekonomian mereka.

Sebab, sudah hampir satu bulan dirinya bersama nelayan lainnya belum melaut, lantaran takut akan keselamatan, mengingat gempa susulan masih terus terjadi.

“Mulai hampir 1 bulan sudah kami tidak bisa melaut karena apalagi dengan keadaan masih goyang, masih tiap hari kadang-kadang
setelah satu hari dia mulai bergoyang lagi kan. Jadi, kami sekarang itu tidak bisa melaut dengan keadaan pasca gempa begini, ” Terangnya

Kalau satu hari kalau tidak ada gempa itu kisaran untuk kerompong itu bisa Rp. 200-250.000 kalau pulang satu kali, Tapi sekarang ya dengan keadaan begini kami tidak bisa melaut, “tambah maulud.

Agar bisa bertahan, ia mengungkapkan saat ini dirinyab beralih profesi menjadi pedagang ikan eceran.

Mereka membeli ikan per boks dari Maumere untuk dijual kembali di pasar mbongawani dengan keuntungan terbatas.

“kalau tidak melaut kami ke pasar, mengambil ikan dari Maumere.ikan dari Momere untuk jual satu box satu satu box itu, Iya kami jual selama ini selama masuk satu bulan itu, ” Terangnya

Ia menuturkan sejak pertama terjadi nya gempa bumi hingga saat ini belum ada bantuan dari pemerintah untuk warga terdampak paupanda.

Meskipun tidak ada kerusakan rumah, namun dirinya bersama keluarga mengaku menginap di tenda darurat yang dibangun di lapangan, lantaran takut gempa susulan.

“Kalau dari pemerintah Kabupaten Ende sendiri belum ada. Hanya bantuan LSM berupa terpal.
Itu sudah ada dari Kupang itu baru-baru ini. Kalau dari Pemda Ende Belum ada, dan sekarang dari bapak Djafar, ” Terangnya. (yms/pras)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *