JOMBANG, WacanaNews.co.id — Keluarga Besar Padepokan Bino Roso Sejati mengucapkan Selamat dan Sukses, atas di lantiknya Jenderal TNI (purn) Prof. Dr. Dudung Abdurachman, S.E.,M.M sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menkopolkam), Jum’at 02/10/2026
Pada hari Kamis 01-Oktober-2026, Presiden H.Prabowo Subianto resmi melantik Jenderal TNI (purn) Prof. Dr. Dudung Abdurachman, S.E.,M.M sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menkopolkam) di Istana Negara, Jakarta.
Pelantikan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden RI (Keppres) Nomor 104/P yang dibacakan di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026).
Dalam perihal ini, Muhammad Afandi yang merupakan Pendiri sekaligus Guru Besar Padepokan Bino Roso Sejati menyebut Jenderal TNI (purn) Prof. Dr. Dudung Abdurachman, S.E.,M.M merupakan sosok pemimpin berkarakter, tegas, tulus dan bijaksana serta mencerminkan kepemimpinan yang amanah.
Hal itu diketahui dalam perjalanan kariernya, Dudung pernah menduduki sejumlah posisi strategis, antara lain Komandan Kodim 0406/Musi Rawas dan Komandan Kodim 0418/Palembang. Ia kemudian dipercaya menempati sejumlah jabatan di lingkungan TNI AD, termasuk Aspers Kasdam VII/Wirabuana, Danrindam II/Sriwijaya, serta Dandenma Mabes TNI.
Karier Dudung berlanjut di lingkungan Akademi Militer. Pada 2015-2016, ia menjabat Wakil Gubernur Akmil. Dudung kemudian dipercaya sebagai Gubernur Akmil pada 2018.
Pada 27 Juli 2020, Dudung diangkat menjadi Panglima Kodam Jaya/Jayakarta. Namanya semakin dikenal publik ketika memimpin Kodam Jaya dan sejumlah langkah yang dilakukan TNI di wilayah Jakarta mendapat perhatian luas.
Setelah sekitar 10 bulan menjabat Pangdam Jaya, Dudung mendapat promosi menjadi Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) pada Mei 2021. Pengangkatan tersebut membuat pangkatnya naik menjadi letnan jenderal.
Tidak lama kemudian, Presiden Joko Widodo melantik Dudung sebagai KSAD pada 17 November 2021. Ia menggantikan Jenderal TNI Andika Perkasa yang sebelumnya dilantik sebagai Panglima TNI. Dengan jabatan tersebut, pangkat Dudung naik menjadi jenderal bintang empat.
Dudung menjabat KSAD hingga purna tugas pada Oktober 2023. Universitas Trisakti mencatat Dudung merupakan KSAD periode 2021 hingga 2023.
Setelah pensiun dari TNI, Dudung kembali mendapat kepercayaan di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Ia sebelumnya menjabat sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional.
Pada 27 April 2026, Prabowo melantik Dudung sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP) menggantikan Muhammad Qodari. Pelantikan tersebut menjadi salah satu langkah Dudung dalam menjalankan peran pemerintahan setelah menyelesaikan karier militernya.
Sebagai KSP, Dudung berada dalam lingkup koordinasi yang berkaitan dengan pelaksanaan program prioritas dan isu strategis pemerintahan. Posisi tersebut kemudian menjadi bagian dari perjalanan Dudung sebelum kembali dipercaya mengisi posisi di tingkat kementerian koordinator.
Pada Kamis, 1 Oktober 2026, Presiden Prabowo kembali menunjuk Dudung, kali ini sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan. Pelantikan berlangsung di Istana Negara dan dilakukan berdasarkan Keppres Nomor 104/P Tahun 2026. Dudung menggantikan Djamari Chaniago sebagai Menko Polkam.
“Iya, saya rasa Dudung Abdurachman merupakan sosok pemimpin yang begitu sangat berkarakter tegas, tulus dan bijaksana serta mencerminkan kepemimpinan yang amanah,” Ujar Muhammad Afandi.
Saat pertemuannya di Markas Besar Angkatan Darat Jakarta Pusat, pada jum’at (01/04/2022), dalam acara Dudung Abdurachman yang akan menerima sabuk hitam dan penganugerahan Dan-5 Judo dan sertifikat dari Pengurus Besar Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PB PJSI). Ia mengaku telah belajar banyak dari perjalanan kepemimpinan Dudung Abdurachman .
“Satu hal yang begitu saya ingat nasehat beliau yang saat itu saya baru di tunjuk sebagai Guru Besar Padepokan Bino Roso Sejati, beliau mengatakan bahwa Keberhasilan dan kemenangan itu berasal dari keberanian untuk merubah sesuatu yang baru, pemimpin harus punya imajinasi, pemimpin harus punya inovasi, pemimpin harus punya visi dan misi, yg terahir pemimpin harus punya cita-cita dan harapan. Berkat suport beliau pula, saya bisa mengembangkan Padepokan Bino Roso Sejati hingga seperti sekarang ini” ,Ungkapnya. (dik/pras)






