PEMERINTAH, WacanaNews.co.id — Ketua DPW PKS DKI Jakarta Khoirudin mengatakan partainya menawarkan kepada Anies Baswedan untuk ikut Pilgub Jakarta 2024 sebagai kader, namun ia tidak menanggapinya lagi. Juru bicara Anies, Sharin Hamid menyampaikan bahwa Anies selalu terbuka akan untuk bergabung dengan partai politik kapan pun.
Sharin juga menyampaikan bahwa belum pernah mendengar soal tawaran PKS itu. Dia juga menegaskan bahwa Anies tidak pernah menolak dengan adanya tawaran -tawaran parpol yang masuk.
“ tentunya seperti itu. Karena Mas Anies tidak pernah menutup pembicaraan terkait masuk partai” kata Sharin dikutip dari detiknews
Diketahuibahwa, PKS kini membuka opsi untuk keuar dari Anies dan bergabung dengan (KIM) Koalisi Indonesia Maju di Pilgub Jakarta. Meski demikian Shrin memastikan komunikasi Anies dan PKS tetap berlanjut.
Sebelumnya, Ketua DPWPKS DKI Jakarta Koildin menyebut partainya mengusulkan Anies Baswedan mengenakan jas putih atau ikut sebagai eksekutif pada Pilgub Jakarta 2024. Koirudin membenarkan, dirinya mendapat informasi bahwa Anies tidak menyambut positif tawaran tersebut.
Hal itu disampaikan Koirudin dalam (voice note) saat menanggapi voice note Anies Baswedan yang beredar ke publik terkait batas waktu pencalonan di Pilgub Jakarta. Pak Koildin membenarkan bahwa suaranya termasuk dalam rekaman tersebut. Tim Humas PKS memberikan izin mengutip rekaman tersebut.
Fakta yang juga dapat saya sampaikan, yang juga didapatkan, sementara saya Khoirudin pernah sampaikan langsung ke Pak Anies agar kalau tidak menerima Pak Sohibul Iman maka Pak Anies bisa mengenakan baju putih, masuk sebagai kader PKS,” kata Khoirudin dalam voice note beredar, Minggu (12/8). Dikutip dari detiknews
Menurut Koiruddin, tawaran bergabung ke PKS diberikan kepada Anies demi memastikan cawagub masa depannya bisa dipilih tim lain. Terkait hal tersebut, lanjut Pak Koirudin, ia menjelaskan bahwa Pak Anies memilih untuk tetap netral, tidak terkait dengan partai politik tertentu.
“jadi nanti sebagai calon gubernur dari PKS, sehingga bisa mengambil calon wakil gubernur dari luar PKS, tetapi waktu itu Pak Anies tidak menyambut positif ajakan tersebut, malah menyampaikan keinginan Pak Anies untuk netral,” ujar pak anies dikutip dari detiknews.(ifa/jal)