ENDE, WacanaNews.co.id– Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Ende resmi membentuk dan mengesahkan susunan panitia penyelenggara Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Kabupaten Ende Tahun 2026.
Pembentukan panitia ini menjadi tanda dimulainya tahapan konsolidasi besar Partai Golkar dalam menghadapi agenda strategis organisasi lima tahunan.
Pengesahan panitia tertuang dalam Surat Keputusan Nomor Kep-030/GOLKAR/Ende/V/2026 tertanggal 20 Mei 2026 yang ditandatangani langsung Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Ende, Herman Yosef Wadi, ST bersama Sekretaris Margaretha Sigasare, SE.
Musda XI Golkar Ende dipandang sebagai momentum penting untuk memperkuat soliditas partai, mengevaluasi arah perjuangan politik, sekaligus menentukan kepemimpinan baru DPD II Partai Golkar Kabupaten Ende periode 2026–2031.
Dalam konsiderannya, DPD Golkar Ende menilai perkembangan dinamika politik dan tantangan organisasi yang semakin kompleks membutuhkan langkah konsolidasi yang terukur dan terorganisir melalui pelaksanaan Musda yang demokratis serta berkualitas.
“Musda bukan hanya agenda rutin organisasi, tetapi momentum strategis memperkuat konsolidasi internal partai dan mempertegas arah perjuangan Golkar di Kabupaten Ende,” demikian semangat yang tertuang dalam keputusan tersebut.
Keputusan pembentukan panitia mengacu pada sejumlah regulasi organisasi Partai Golkar, di antaranya hasil Musyawarah Nasional XI Partai Golkar Tahun 2024, petunjuk teknis pelaksanaan musyawarah partai, serta keputusan DPD Partai Golkar Provinsi Nusa Tenggara Timur terkait pengesahan kepengurusan DPD Partai Golkar Kabupaten Ende masa bakti 2025–2030.
Dalam struktur kepanitiaan, posisi Ketua Organizing Committee (OC) dipercayakan kepada Kanisius Ray, BcKn. Ia akan didampingi Wakil Ketua Carlos Ronaldo Ch. Sara, SH., M.Kn, Sekretaris Agustinus Rae, dan Bendahara Maria S. Ndeang.
Sementara posisi Steering Committee (SC) dipercayakan kepada Bonaventura R. Seto, S.Pd., M.Si bersama sejumlah kader senior Partai Golkar Kabupaten Ende yang akan mengawal jalannya mekanisme organisasi dan proses persidangan Musda.
Panitia juga dilengkapi berbagai seksi pendukung seperti Seksi Kesekretariatan, Acara, Konsumsi, Akomodasi dan Transportasi, Humas, Dokumentasi dan Publikasi, hingga Seksi Perlengkapan, Dekorasi, dan Sound System guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan maksimal.
Ketua Panitia Musda, Kanisius Ray menegaskan bahwa pihaknya telah mulai bekerja mempersiapkan seluruh tahapan Musda secara matang, terbuka, dan profesional.
“Secara organisasi DPD II Partai Golkar Kabupaten Ende sudah menunjuk saya sebagai ketua panitia untuk melaksanakan tugas-tugas kepanitiaan dalam proses pemilihan Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Ende,” ujarnya Kanisius.
Menurutnya, terdapat tiga agenda utama yang akan menjadi fokus pembahasan dalam Musda nanti.
Pertama, penyusunan program kerja Partai Golkar ke depan. Kedua, laporan pertanggungjawaban pengurus sebelumnya selama lima tahun terakhir. Ketiga, pemilihan Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Ende periode 2026–2031.
Ia menyebut, hingga saat ini telah muncul tiga figur yang diperkirakan akan meramaikan bursa calon Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Ende, yakni Megi Sigasare, Dominikus Minggu Mere, dan Johanes Pela.
“Awalnya ada dua bakal calon, tetapi kemudian bertambah karena ada kader Golkar lain yang juga siap ikut dalam proses pemilihan nanti,” katanya.
Terkait munculnya nama Dominikus Minggu Mere yang sebelumnya diketahui maju dalam kontestasi Pilkada melalui partai lain, panitia menegaskan bahwa yang bersangkutan sebelumnya merupakan kader dan calon legislatif Partai Golkar.
“Beliau sebelum masuk Pilkada adalah calon DPRD provinsi dari Partai Golkar,” ketua Panitia Musda.
Meski jadwal pelaksanaan Musda belum ditetapkan, panitia terus melakukan berbagai persiapan internal sambil menunggu petunjuk resmi dari DPD I Partai Golkar Provinsi Nusa Tenggara Timur.
“Kami masih menunggu schedule dari provinsi terkait waktu pelaksanaan Musda,” ujar Kanis.
Saat ini, seluruh seksi kepanitiaan mulai menyusun program kerja dan kebutuhan teknis pelaksanaan kegiatan. Panitia memastikan seluruh proses Musda akan dilaksanakan secara demokratis, terbuka, dan menjunjung tinggi semangat kebersamaan sebagaimana tradisi Partai Golkar.
“Kalau Partai Golkar itu partai terbuka. Proses penyelenggaraannya harus terbuka dan transparan,” tegas Ketua Panitia.
Ia juga menegaskan bahwa Musda XI bukan sekadar proses pergantian kepemimpinan, melainkan bagian dari upaya besar membangun kekuatan politik Golkar menghadapi agenda politik mendatang di Kabupaten Ende.
“Ke depan tentunya Golkar berkehendak supaya pimpinan Golkar nanti akan kami usung untuk mencari calon bupati,” katanya.
Karena itu, seluruh kader diminta menjaga persatuan dan soliditas partai agar Musda berjalan kondusif dan melahirkan kepemimpinan yang kuat serta diterima seluruh kader.
“Saya mengajak seluruh kader, baik di tingkat kecamatan maupun kabupaten, untuk bersama-sama menjaga ketertiban dalam proses pemilihan Ketua Golkar Kabupaten Ende periode 2026–2031,” Tutur Kanisius.
Kanisius menambahkan, setiap dinamika internal yang muncul akan diselesaikan melalui mekanisme musyawarah mufakat sesuai tradisi politik Partai Golkar.
“Kalau di Golkar, setiap persoalan selalu diselesaikan melalui musyawarah untuk mencapai mufakat,” tutupnya.
Dengan terbentuknya panitia penyelenggara Musda XI ini, Partai Golkar Kabupaten Ende menegaskan kesiapan penuh menghadapi agenda organisasi yang dinilai sangat menentukan arah masa depan partai, sekaligus memperkuat posisi Golkar sebagai salah satu kekuatan politik utama di Kabupaten Ende. (ykb/jal)






