Bupati Warsubi Launching Bantuan Pangan, Tegaskan Jangan Sampai Disalahgunakan

bupati jombang
Bupati Jombang Warsubi saat menyalurkan bantuan pangan secara simbolis di Desa Purisemanding, Kecamatan Plandaan. (istimewa)

JOMBANG, WacanaNews.co.id– Bupati Jombang secara resmi meluncurkan penyaluran bantuan pangan secara simbolis di Desa Purisemanding, Kecamatan Plandaan, Jumat (10/4/2026) pukul 13.00 WIB. Program ini menjadi bagian dari kebijakan nasional dalam menjaga stabilitas pangan sekaligus menekan beban pengeluaran masyarakat.

Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forkopimda, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), perwakilan Perum Bulog, serta para camat dan kepala desa. Ratusan warga penerima manfaat juga tampak hadir dalam kegiatan tersebut.

Dalam sambutannya, Bupati Jombang menegaskan bahwa bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara di tengah masyarakat, khususnya dalam menghadapi dinamika ekonomi dan potensi inflasi.

“Program ini adalah wujud perhatian pemerintah kepada masyarakat. Kami ingin memastikan kebutuhan pokok warga tetap terpenuhi,” ujarnya.

Pemerintah melalui cadangan pangan nasional telah menugaskan Perum Bulog untuk menyalurkan bantuan ini kepada masyarakat. Secara nasional, bantuan ini diberikan kepada lebih dari 33 juta penerima, yang datanya bersumber dari Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional pada desil 1 sampai dengan desil 5.

Kabupaten Jombang sendiri, bantuan pangan ini diberikan kepada 278.558 penerima yang tersebar di 21 kecamatan dan 360 desa. Khusus di Kecamatan Tembelang, terdapat 8.249 penerima, dan untuk Desa Purisemanding sebanyak 910 penerima bantuan sekaligus menjadi lokasi launching.

Ia juga mengingatkan agar bantuan yang diterima tidak disalahgunakan, melainkan dimanfaatkan sepenuhnya untuk kebutuhan rumah tangga.

“Saya tegaskan, bantuan ini tidak boleh diperjualbelikan. Gunakan untuk kebutuhan sehari-hari, karena ini memang diperuntukkan bagi masyarakat yang membutuhkan,” tegasnya.

Untuk alokasi bulan Februari dan Maret 2026, setiap penerima bantuan mendapatkan beras sebanyak 20 kilogram serta minyak goreng sebanyak 4 liter.

Bupati juga menekankan pentingnya pengawasan dalam proses distribusi bantuan agar tepat sasaran. Ia meminta camat dan kepala desa aktif melakukan pendampingan di lapangan.

“Kami minta seluruh jajaran pemerintah di tingkat kecamatan hingga desa ikut mengawal penyaluran ini agar benar-benar sampai kepada yang berhak,” katanya.

Selain penyaluran bantuan, Bupati turut memaparkan capaian pembangunan di Kabupaten Jombang yang menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi daerah tercatat meningkat, sementara angka kemiskinan dan pengangguran terus mengalami penurunan.

“Ini hasil kerja bersama. Kami berharap ke depan investasi semakin masuk, lapangan kerja semakin terbuka, dan kesejahteraan masyarakat terus meningkat,” pungkasnya.

Program bantuan pangan ini diharapkan mampu menjadi penopang kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah di tengah tantangan ekonomi yang masih berlangsung. (vvn/jal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *