ENDE – Kuota penerima Kartu Indonesia Sehat (KIS) masih tersisa lima belas ribu lebih jiwa dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2020. Demikian dijekaskan Kepala Dinas (Kadis) Sosial Kabupaten Ende, Marmi Kusuma, SH.
Kepada wartawan wacananews.co.id, Senin (29/06/2020) diruang kerjanya, menjelaskan bahwa APBD tahun 2020 yang digelontorkan untuk mencetak KIS sebanyak 23 Miliar. Namun 2 miliar dialihkan untuk penanganan Covid-19 di Kabupaten Ende. Sehingga dana untuk mencetak KIS menjadi 21 miliar untuk 46.000 jiwa.
Ia juga menyampaikan bahwa saat ini yang sudah terdata 30.000 lebih dengan besarnya dana 17 miliar lebih sehingga masih 3 miliar lebih untuk 15 ribu lebih jiwa, tambahnya.
Selain APBD, adapun Jaminan kesehatan dari APBN tidak dikasih Dana tetapi kuota yang dibutuhkan 140.000 jiwa di Kabupaten Ende.
Sebagai kadis, ibu Marmi menghimbau agar masyarakat yang belum mendapat KIS segera membawa kartu keluarga supaya diproses, lanjutnya.
“Masyarakat tinggal bawa kartu Keluarga ke Dinsos maka selesailah itu untuk kami proses. Karena didalam kartu keluarga ada Nomor Induk Kependudukan (NIK). Jadi, jika tidak ada NIK maka dengan sendirinya sistem akan menolak atau eksit”. jelasnya.
Ia juga berharap agar Pemerintah Desa turut serta membantu mengumpulkan Kartu Keluarga (KK) masyarakat yang belum memperoleh KIS tanpa diskrimansi terhadap masyarat tertentu. (ms/w1).